Secercah Harapan dari Dusun Bondan

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:48 WIB
Pengelola PLTH Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap membersihkan solar panel. (suaramerdeka.com / Gayhul Dhika Wicaksana)
Pengelola PLTH Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap membersihkan solar panel. (suaramerdeka.com / Gayhul Dhika Wicaksana)

MASIH segar dalam ingatan Susi Susanti, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Bagi perempuan kelahiran Cianjur, Jawa Barat, 23 tahun lalu itu, Dusun Bondan yang terletak di kawasan Laguna Segara Anakan, seakan membawanya kembali ke masa lampau.

"Kaget waktu pertama kali ke sini, saya sempat merasa menyesal tinggal di sini, sebab sama sekali tidak ada listrik," ucapnya, yang sudah tujuh tahun terakhir tinggal di Dusun Bondan, karena mengikuti suami.

Ia ingat betul sulitnya situasi saat malam tiba, penerangan yang hanya mengandalkan lampu klenting atau lampu minyak dalam sebutan warga lokal, cahayanya sangat temaram.

Baca Juga: Vaksinasi Pelajar Madrasah dan Santri Cilacap, Kuota Ditambah 20 Ribu Dosis

Kondisi itu membuat anak-anak di kampungnya kesulitan saat harus belajar pada malam hari, hiburan dari televisi dan radio juga tak dapat ia nikmati.

Tantangan yang harus ia hadapi saat mulai tinggal di dusun terpencil, ternyata tak berhenti di situ.

Ia dan warga lain, juga harus berjuang untuk mendapatkan air bersih.

Kondisi geografis Dusun Bondan yang berada di Kawasan Laguna Segara Anakan, dikelilingi kawasan perairan dengan kondisi air payau.

Baca Juga: Reli Dolar Membuat Harga Emas Tergelincir Kembali di Akhir Perdagangan

Situasi itu membuat air tawar sulit ditemui di wilayah Dusun Bondan.

Kondisi sekitar dusun yang dikelilingi perairan, juga membuat jaringan listrik sulit menembus wilayah berpenduduk 74 kepala keluarga (KK) atau 201 jiwa itu.

Namun di balik itu, bentang alam Dusun Bondan, menyimpan potensi luar biasa untuk pengembangan usaha pertanian tambak.

Situasi sulit yang dialami Susi Susanti dan warga dusun lainnya, mulai berubah memasuki tahun 2017.

Baca Juga: Guru Swasta di Banyumas Berharap Kuota PPPK Ditambah

Saat itu PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap membangun Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) melalui Program Energi Mandiri Tenaga Surya dan Angin (E-Mas Bayu).

Wilayah dusun yang puluhan tahun gelap-gulita saat malam tiba, akhirnya tersinari cahaya, ia dan warga suka cita menyambutnya.

"Sekarang anak-anak bisa belajar saat malam hari, masak nasi pakai rice cooker juga bisa," tuturnya.

Sementara itu, warga Dusun Bondan lainnya Muhammad Jamaludin mengatakan, PLTH yang dibangun PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap awalnya berupa Hybrid Energy One Pole (HEOP) yang mengonversikan sumber cahaya matahari, dan angin menjadi tenaga listrik.

Penerapan HEOP dinilai sesuai karena sumber energi matahari dan angin melimpah di Dusun Bondan.

Saat itu HEOP dibangun di 14 titik, kemudian teknologi itu dikembangkan hingga mencapai kapasitas 6.000 watt peak pada 2018, dan pada 2020 kapasitasnya telah mencapai 16.200 watt peak.

Menurut pria yang juga Humas PLTH Dusun Bondan, saat ini listrik dari PLTH dapat menerangi 40 rumah.

Warga lainnya, yang tidak dapat memanfaatkan PLTH, ada yang membentangkan kabel hingga desa tetangga untuk mendapatkan listrik.

Sementara warga yang menikmati aliran listrik dari PLTH, cukup membayar iuran sebesar Rp 25.000 per bulan, per satu limiter.

"Daya per satu limiter 500 watt per hari," ungkapnya.

Listrik dari PLTH, tidak hanya mengatasi gelap-gulita kala malam tiba, tetapi juga dimanfaatkan untuk penyediaan air bersih melalui program lain yang diinisiasi PT KPI Unit Cilacap, yaitu Sistem Desalinasi Air Berbasis Masyarakat (Sidesimas).

Teknologi Sidesimas mampu mengubah air payau menjadi air tawar sehingga dapat dikonsumsi warga. Jamaludin mengatakan, selama ini warga memanfaatkan air hujan, sebagai sumber air bersih.

Sebelum ada Sidesimas, saat kemarau warga harus mencari air tawar ke Pulau Nusakambangan, mereka berperahu selama lebih dari tiga jam pulang pergi.

Sejak pukul 03.00 warga sudah ramai berangkat mencari air bersih, mereka berlomba sebab persediaan air di tujuan terbatas.

Bila kesiangan, sia-sia sudah perjalanan lebih dari tiga jam ditempuh tanpa membawa hasil.

Warga Dusun Bondan, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, memanfaatkan air dari Sistem Desalinasi Air Berbasis Masyarakat (Sidesimas) untuk kebutuhan sehari-hari terutama saat kemarau. (suaramerdeka.com / Gayhul Dhika Wicaksana)

Sementara itu Ketua Sidesimas Dusun Bondan Muhammad Saefulloh mengatakan, Sidesimas menggunakan air dari tambak sebagai air baku.

Air tersebut diendapkan semalam sebelum diolah dengan mesin filter dan membran.

Filter menurutnya untuk menyaring kotoran, sedangkan membran untuk mengubah air payau menjadi air tawar.

Menurutnya Sidesimas sementara hanya dimanfaatkan ketika musim kemarau tiba.

Dalam sehari, Sidesimas kata dia mampu memproduksi air bersih sebanyak 2.000 liter.

"Iuran perawatan Sidesimas Rp 1.500 per jerigen isi 30 liter. Sehari satu rumah dibatasi maksimal mengambil air sebanyak lima jerigen," terangnya.

Pejabat Sementara Area Manager Communication, Relations, and CSR PT Kilang Pertamina International (KPI) Unit Cilacap Ibnu Adiwena mengatakan, PLTH di Dusun Bondan mengadopsi konsep yang sama dengan di Pantai Simo Yogyakarta.

Pemanfaatan energinya, dibuat dengan kombinasi antara solar panel sebagai tenaga surya dan kincir angin sebagai tenaga angin.

Pembangunan PLTH juga merupakan bentuk perhatian terhadap daerah kategori terluar, tertinggal, dan terpencil (3T).

Melalui program tersebut, ia berharap sektor ekonomi, dan pendidikan, bisa lebih baik.

Melalui program ini pula, diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan sebagai bentuk dukungan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDG'S).

"Setelah tiga tahun kami memantau secara teknis agar solar panel dan kincir angin tetap berfungsi, karena kendalanya sumber daya manusia terbatas," tuturnya.

Meski berada di wilayah terpencil, dan punya segudang tantangan kehidupan, warga Dusun Bondan kini boleh berbangga.

Sebab berkat dukungan PT KPI Unit Cilacap, dusun yang hanya dapat dijangkau lewat perairan itu, kini berhasil meraih predikat Desa Mandiri Energi tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2021.

Kondisi Dusun Bondan yang mulanya seakan membawa penghuninya ke masa lampau, dijawab dengan keberhasilan meraih posisi pertama dalam kategori Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH).***

Halaman:
1
2
3
4
5

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X