NU Jateng Rapatkan Barisan Jelang Muktamar Ke-34 di Lampung

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:03 WIB
Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (tengah) rapat silaturahim Sosialisasi Hasil Munas & Konbes bersama Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubedulloh Shodaqoh, Ketua PWNU Jateng Drs KH Muzamil dan PCNU se-Jateng di Hotel Patra Semarang, Jumat malam (8/10). (SM/dok)
Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (tengah) rapat silaturahim Sosialisasi Hasil Munas & Konbes bersama Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubedulloh Shodaqoh, Ketua PWNU Jateng Drs KH Muzamil dan PCNU se-Jateng di Hotel Patra Semarang, Jumat malam (8/10). (SM/dok)

Baca Juga: Benyamin S (2), Hobi Menghibur, Kerap Ditraktir Teman-teman Sekolah

Ketujuh, memperjuangkan penguatan NU sebagai marji'iyah dan qiyadatul ummah. Kedelapan, berupaya melengkapi AD/ART dan turunannya untuk mengantisipasi terjadinya masalah-masalah yang disebabkan kekosongan regulasi dan kesembilan memperjuangkan calon yang bisa membuat suasana sejuk dan rahmah kepada masyarakat yang sejalan dengan logika organisasi.

Usai acara, Rais PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan, sembilan poin kesepakatan itu akan disampaikan ke sejumlah PWNU yang selama ini sudah membangun komunikasi dengan PWNU Jateng untuk mengupayakan agar muktamar di Lampung berlangsung lancar.

"Jateng sudah membangun komunikasi dengan sejumlah wilayah lain jauh sebelum munas alim ulama dan konbes NU. Rumusan kesepakatan ini sudah ditunggu sejumlah wilayah yang sevisi dengan Jateng untuk dijadikan isu sentral muktamar," katanya.

Ketua PWNU Jateng Drs KH Muzamil mengatakan, sejak awal Jawa Tengah mengusulkan Rais Aam dipilih oleh anggota ahlul halli wal aqdi (ahwa). Kemudian Rais Aam menunjuk Ketua Umum.

Baca Juga: Lulusan UKSW Salatiga Siap Beradaptasi di Dunia Baru

‘’Hal ini semata-mata untuk memperkuat peran Syuriyah. Namun sepertinya usulan ini masih sulit diperjuangkan. Barangkali perlu masih banyak diskusi dan ngopi bareng,’’ katanya.

Dalam Munas dan Konbes di Jakarta kemarin disepakati Ketua Umum tetap dipilih secara langsung.

‘’Kemudian kami merekomendasikan agar bakal calon Ketua Umum ditentukan oleh Rais Aam terpilih, baru kemudian bakal calon itu dipilih muktamirin. Namun sayangnya usulan ini hanya masuk dalam catatan,’’ kata Muzamil.

Jawa Tengah juga mengusulkan agar anggota Ahwa ditetapkan sebagai anggota syuriyah, yang sifatnya permanen.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Uni Eropa Jajaki Investasi di Jateng

Rabu, 5 Oktober 2022 | 01:55 WIB

Mantan Ketua DPRD Jateng Mardijo Tutup Usia

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:12 WIB
X