Rentan Terjerat Rentenir karena Pandemi, Perempuan Perlu Dukungan Sosial

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:51 WIB
pinjol (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Antara)
pinjol (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Antara)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Perempuan merupakan kelompok yang rentan terjerat pinjaman online atau pinjol di situasi pandemi Covid-19. Di masa normal, mereka juga sudah rentan dan sering menjadi korban rentenir.

Dosen Sosiologi Fisipol UGM, Wahyu Kustiningsih SSo MA mengungkapkan hal itu terkait maraknya orang-orang terjerat pinjaman online bahkan ada yang tiba-tiba ditagih padahal tak punya pinjaman. Korban paling rentan menurutnya perempuan.

''Saat pandemi tidak sedikit perempuan, terutama ibu rumah tangga yang harus menerima kenyataan suaminya yang bekerja di sektor informal menurun pendapatannya bahkan ada yang gulung tikar, PHK. Padahal kebutuhan hidup terus meningkat,'' papar Wahyu.

Baca Juga: Taj Yasin Minta Penanganan Anak Yatim Piatu di Lima Daerah Kemiskinan Ekstrim Lebih Diutamakan

Kondisi tersebut berdampak pada sulitnya memperoleh pendapatan hingga akhirnya melakukan pinjaman. Mereka terpaksa mengambil jalan pintas melalui pinjol yang memberikan pinjaman dengan persyaratan dan ketentuan mudah dan proses pencairan dana cepat.

Muncul Stigma

Wahyu mengatakan saat terjerat pinjol, biasanya perempuan tidak lepas dari pelabelan atau stigma dari masyarakat. Beberapa stigma yang muncul antara lain dianggap tidak mampu mengelola keuangan secara baik, konsumtif, tukang utang dan lainnya. Stigmatisasi yang muncul menjadikan perempuan korban pinjol tertekan hingga bunuh diri karena tidak kuat menahan malu.

''Sistem dukungan sosial di masyarakat tidak bekerja. Korban merasa sendiri dan buntu di tengah desakan ekonomi namun masyarakat tidak memberikan dukungan,'' ujarnya.

Baca Juga: Pengrajin Batik Girilayu Dibekali Pelatihan, 'Diopeni' agar Tidak Layu

Ia menekankan perlunya memperkuat supporting system di lingkungan masyarakat. Ketika ada salah satu warga yang terjerat pinjol, tetangga dapat memberikan dukungan atau bantuan mencari solusi. Masyarakat bisa menginisasi gerakan bersama menghadapi krisis saat pandemi termasuk persoalan ekonomi dengan membangun kelompok-kelompok usaha kecil.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Kader Kesehatan di Sleman Disuntik Booster

Selasa, 30 November 2021 | 13:27 WIB

Hari Naas dan Hari Keberuntungan Selasa Kliwon

Selasa, 30 November 2021 | 10:37 WIB

Libur Akhir Tahun, Destinasi Wisata di Sleman Tetap Buka

Minggu, 28 November 2021 | 15:57 WIB

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB
X