Ruang Isolasi RSUD Bendan Pekalongan Nol Pasien Covid, Masyarakat Jangan Lengah Prokes

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 17:16 WIB
PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Kasus Covid -19 di Kota Pekalongan, terus mengalami penurunan. Bahkan, dalam minggu ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif yang dirawat di RSUD Bendan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 lini kedua pun sudah tidak ada lagi atau nol pasien. Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD Bendan, dr Junaedi Wibawa, usai mendampingi Walikota Pekalongan menerima bantuan tabung oksigen dari BI Tegal, bertempat di Kantor Walikota Pekalongan,Senin 4 Oktober 2021.  “Dalam minggu ini yang terkonfirmasi positif baik yang di ruang ICU maupun di ruang isolasi biasa di RSUD Bendan sudah nol pasien Covid-19,hanya biasanya memang masuk dalam kondisi suspek, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan PCR hasilnya juga negatif. Jadi, kondisi sekarang di ruang isolasi sudah 0 pasien, sementara di IGD masih menunggu hasil PCR ada 4 orang, dimana hampir semuanya bukan penduduk Kota Pekalongan,”tutur dr Junaedi.  dr Junaedi menyebutkan, kondisi nihil pasien Covid-19 di RSUD Bendan ini sudah berlangsung sejak lama, dilihat grafiknya terkadang paling hanya 1 atau 2 orang saja yang hampir 90 persen pasien tersebut bukan dari warga Kota Pekalongan. Lebih lanjut,dr Junaedi menjelaskan, terakhir memang ada pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Bendan dan akhirnya meninggal,namun pasien tersebut berasal dari Kabupaten Pekalongan.  Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada meski kasus Covid-19 di Kota Pekalongan sudah mulai melandai, seiring dengan adanya sejumlah kelonggaran aktivitas-aktivitas masyarakat yang sudah mulai diijinkan dibuka kembali. Masyarakat diminta untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran kasus Covid-19, terlebih saat ini adanya varian-varian virus Covid-19 baru yang sudah masuk di sejumlah negara.  “Memang dilihat dari penegakkan diagnosis baik dari tracking tracing memang seolah-olah bahwa tidak ada angka positif, tetapi tetap kita harus waspada, karena Kota Pekalongan ini merupakan kota transit dan kota perdagangan,dari daerah lain juga sering banyak yang datang, terlebih saat ini pusat perbelanjaan sudah dibuka," tegasnya.  Pihaknya menghimbau, tetap harus waspada bahwa seperti pengalaman di negara-negara lain yang kasus pandeminya sudah hampir berakhir,namun karena protokol kesehatannya sangat longgar sehingga meledak lagi kasusnya apalagi sudah muncul beberapa varian baru setelah kemarin varian Delta, sekarang sudah muncul varian lain yang kemungkinan masih bisa menularkan walaupun sebagian besar masyarakat kita sudah melakukan vaksinasi.  Terkait bantuan oksigen, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal dalam kesempatan itu menyalurkan 40 unit tabung oksigen (beserta isi dan regulator) untuk Pemkot Pekalongan. Bantuan secara simbolis diserahterimakan dari Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, Muhammad Taufik Amrozy kepada Walikota Pekalongan,HA Afzan Arslan Djunaid,SE  untuk selanjutnya disalurkan oleh Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan,dr Djunaedi Wibawa.
PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Kasus Covid -19 di Kota Pekalongan, terus mengalami penurunan. Bahkan, dalam minggu ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif yang dirawat di RSUD Bendan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 lini kedua pun sudah tidak ada lagi atau nol pasien. Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD Bendan, dr Junaedi Wibawa, usai mendampingi Walikota Pekalongan menerima bantuan tabung oksigen dari BI Tegal, bertempat di Kantor Walikota Pekalongan,Senin 4 Oktober 2021. “Dalam minggu ini yang terkonfirmasi positif baik yang di ruang ICU maupun di ruang isolasi biasa di RSUD Bendan sudah nol pasien Covid-19,hanya biasanya memang masuk dalam kondisi suspek, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan PCR hasilnya juga negatif. Jadi, kondisi sekarang di ruang isolasi sudah 0 pasien, sementara di IGD masih menunggu hasil PCR ada 4 orang, dimana hampir semuanya bukan penduduk Kota Pekalongan,”tutur dr Junaedi. dr Junaedi menyebutkan, kondisi nihil pasien Covid-19 di RSUD Bendan ini sudah berlangsung sejak lama, dilihat grafiknya terkadang paling hanya 1 atau 2 orang saja yang hampir 90 persen pasien tersebut bukan dari warga Kota Pekalongan. Lebih lanjut,dr Junaedi menjelaskan, terakhir memang ada pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Bendan dan akhirnya meninggal,namun pasien tersebut berasal dari Kabupaten Pekalongan. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada meski kasus Covid-19 di Kota Pekalongan sudah mulai melandai, seiring dengan adanya sejumlah kelonggaran aktivitas-aktivitas masyarakat yang sudah mulai diijinkan dibuka kembali. Masyarakat diminta untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran kasus Covid-19, terlebih saat ini adanya varian-varian virus Covid-19 baru yang sudah masuk di sejumlah negara. “Memang dilihat dari penegakkan diagnosis baik dari tracking tracing memang seolah-olah bahwa tidak ada angka positif, tetapi tetap kita harus waspada, karena Kota Pekalongan ini merupakan kota transit dan kota perdagangan,dari daerah lain juga sering banyak yang datang, terlebih saat ini pusat perbelanjaan sudah dibuka," tegasnya. Pihaknya menghimbau, tetap harus waspada bahwa seperti pengalaman di negara-negara lain yang kasus pandeminya sudah hampir berakhir,namun karena protokol kesehatannya sangat longgar sehingga meledak lagi kasusnya apalagi sudah muncul beberapa varian baru setelah kemarin varian Delta, sekarang sudah muncul varian lain yang kemungkinan masih bisa menularkan walaupun sebagian besar masyarakat kita sudah melakukan vaksinasi. Terkait bantuan oksigen, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal dalam kesempatan itu menyalurkan 40 unit tabung oksigen (beserta isi dan regulator) untuk Pemkot Pekalongan. Bantuan secara simbolis diserahterimakan dari Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, Muhammad Taufik Amrozy kepada Walikota Pekalongan,HA Afzan Arslan Djunaid,SE untuk selanjutnya disalurkan oleh Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan,dr Djunaedi Wibawa.

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Kasus Covid -19 di Kota Pekalongan, terus mengalami penurunan. Bahkan, dalam minggu ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif yang dirawat di RSUD Bendan sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 lini kedua pun sudah tidak ada lagi atau nol pasien.

Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD Bendan, dr Junaedi Wibawa, usai mendampingi Walikota Pekalongan menerima bantuan tabung oksigen dari BI Tegal, bertempat di Kantor Walikota Pekalongan,Senin 4 Oktober 2021.

“Dalam minggu ini yang terkonfirmasi positif baik yang di ruang ICU maupun di ruang isolasi biasa di RSUD Bendan sudah nol pasien Covid-19,hanya biasanya memang masuk dalam kondisi suspek, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan PCR hasilnya juga negatif.

Baca Juga: Sempat Bikin Gempar, Kasus Pelecehan Seksual Oleh Reynhard Sinaga Kembali Mencuat

Jadi, kondisi sekarang di ruang isolasi sudah 0 pasien, sementara di IGD masih menunggu hasil PCR ada 4 orang, dimana hampir semuanya bukan penduduk Kota Pekalongan,”tutur dr Junaedi.

dr Junaedi menyebutkan, kondisi nihil pasien Covid-19 di RSUD Bendan ini sudah berlangsung sejak lama, dilihat grafiknya terkadang paling hanya 1 atau 2 orang saja yang hampir 90 persen pasien tersebut bukan dari warga Kota Pekalongan.

Lebih lanjut,dr Junaedi menjelaskan, terakhir memang ada pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Bendan dan akhirnya meninggal,namun pasien tersebut berasal dari Kabupaten Pekalongan.

Baca Juga: Drama Hometown Cha-Cha-Cha Masih On Going, Produser Minta Pengunjung Tak Masuki Rumah-Rumah Tempat Syuting

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada meski kasus Covid-19 di Kota Pekalongan sudah mulai melandai, seiring dengan adanya sejumlah kelonggaran aktivitas-aktivitas masyarakat yang sudah mulai diijinkan dibuka kembali.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gelar Haul Gus Dur, PKB dan NU Cilacap Berkolaborasi

Kamis, 13 Januari 2022 | 11:48 WIB
X