Distribusi Peserta BPJS Kesehatan Tidak Merata, IDI Kebumen Mengadu ke Bupati

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 11:00 WIB
Pengurus IDI Kebumen diterima oleh Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH di rumah dinasnya. (suaramerdeka.com / dok)
Pengurus IDI Kebumen diterima oleh Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH di rumah dinasnya. (suaramerdeka.com / dok)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Tidak meratanya distribusi peserta BPJS Kesehatan di klinik dokter di Kebumen menjadi perhatian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kebumen.

Pasalnya, hal ini membuat ketimpangan peserta BPJS Kesehatan antara satu wilayah dengan wilayah lain.

Pengurus IDI Kebumen mengadukan hal tersebut kepada Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH di ruang transit Rumah Dinas Bupati, Selasa, 5 Oktober 2021.

Ketua IDI Kebumen dokter Andika Purwita Aji MMR menyampaikan tidak meratanya jumlah peserta BPJS Kesehatan di klinik dokter.

Baca Juga: Ayu Ting Ting Bantah Dekat dengan Sahrul Gunawan: Aku Aja Baru Tahu dari Kalian

Ketimpangan yang dimaksud adalah ada klinik dokter tertentu yang peserta BPJS Kesehatan sudah terlalu banyak bahkan sampai over, bahkan klinik dokter tertentu yang peserta BPJS sangat sedikit.

IDI mencurigai ada ketidakberesan karena ketika izin redistribusi peserta BPJS terus diberikan tanpa mempertimbangkan aspek pemerataan dan aturan yang berlaku.

"Ini kan disayangkan. Dokter praktik di Kebumen jadi tidak merata. Pastinya ada aturan kode etik yang dilanggar," terangnya.

Dia melihat ada sejumlah dokter yang terlalu aktif mencari peserta BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak Lagi Usai OPEC Tetap pada Rencana Peningkatan Produksi

Bahkan dia menyebut ada sejumlah agen atau penyedia jasa yang bertugas mencari peserta BPJS sebanyak-banyaknya untuk ditempatkan di klinik dokter tertentu.

"Nah ini tentu sangat tidak etis, dan melanggar kode etik, ada dokter yang terlalu aktif cari peserta BPJS. Ada juga agen-agen yang memang menyediakan jasa untuk mencari peserta BPJS. Kalau ini terus dilakukan maka akan terjadi ketimpangan," ujar dokter Andika.

Menurut dokter Andika, dalam aturan dijelaskan batas peserta BPJS maksimal 5.000 peserta untuk satu dokter.

Di Kebumen kata dia, ada satu dua yang dokter yang melebihi batas, namun sisi lain ada juga yang masih sangat kurang.

Baca Juga: Tingkatkan Semangat Belajar, PIP Semarang Beri Beasiswa kepada 114 Taruna

IDI menginginkan izin praktik dokter tidak hanya terpusat di kota-kota yang ada di Kebumen.

"Semua menginginkan izin praktiknya di kota. Karena di kota ini jumlah peserta atau pasiennya bisa lebih banyak. Tapi kan kasihan masyarakat yang di pinggir seperti di Sadang, Karangsambung, mereka mau cari dokter susah," ujarnya seraya menyebutkan dengan pemerataan ini akan lebih mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat.

Menanggapi hal itu, Bupati Kebumen H Aris Sugiyanto menyampaikan bahwa persoalan ini menjadi serius dan perhatian bersama jika memang terjadi adanya kecurangan dalam pemberian izin redistribusi peserta BPJS sehingga terjadi ketimpangan.

Namun, dia meminta indikasi itu harus disertakan bukti yang kuat.

"Kalau ini memang ada indikasi itu, ya tentu kita menyayangkan. Tapi memang buktinya harus kuat. Tidak hanya sekadar menerka-menerka," tutur Arif Sugiyanto.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gelar Haul Gus Dur, PKB dan NU Cilacap Berkolaborasi

Kamis, 13 Januari 2022 | 11:48 WIB
X