Pembangunan Bendungan Bener Masih Belum Benar, Komnas HAM Minta Keterangan Pejabat Setempat

- Rabu, 29 September 2021 | 18:55 WIB
Bupati Purworejo RH Agus Bastian memberikankan keterangan kepada anggota Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Ruang Bagelen Setda Purworejo. (suaramerdeka.com/aris himawan)
Bupati Purworejo RH Agus Bastian memberikankan keterangan kepada anggota Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Ruang Bagelen Setda Purworejo. (suaramerdeka.com/aris himawan)

PURWOREJO, suaramerdeka.com - Konflik terkait rencana penambangan batu andesit atau quarry di Desa Wadas, Kecamatan Bener, yang akan digunakan untuk pembangunan Bendungan Bener masih belum menemukan titik terang.

Komnas HAM pun turun tangan berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut. Hal tersebut diketahui setelah Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara bersama tim datang ke Purworejo dan melakukan audiensi dengan Bupati Purworejo, kemarin.

Audiensi yang dilakukan di Ruang Bagelen Komplek Setda Purworejo tersebut dihadiri Bupati Purworejo, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0708, Kepala BBWSSO, Kepala Kantor ATR/BPN, Camat Bener, Kepala Desa Wadas dan perwakilan warga yang pro dengan rencana pengambilan quarry serta pejabat terkait lainya.

Baca Juga: Polisi Diminta Tetap Jaga Marwah Tri Brata dan Catur Prasetya dalam Tugas

Bupati RH Agus Bastian mengungkapkan, sebenarnya warga desa Wadas belum menerima sosialisasi secara lengkap terkait pengambilan quarry.

Karena setiap akan melaksanakan sosialisasi sudah dihadang warga yang kontra dan tidak diperbolehkan masuk, sehingga belum menerima informasi secara lengkap.

“Seperti apa teknik pengambilan quarry, bagaimana kondisi alam desa Wadas dan bagaimana pasca pengambilan Quarry di Desa Wadas, hal ini belum disampaikan secara lengkap. Dan ada oknum-oknum yang sudah terlebih dahulu masuk, justru mempengaruhi warga agar menolak pengambilan quarry tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu, Bupati mempersilahkan Tim dari Komnas HAM yang sudah bertemu dengan warga yang kontra, dapat meminta langsung keterangan dari warga yang pro, dari pihak aparat keamanan maupun para pihak yang berkepentingan seperti BBWS dan Kantor Pertanahan.

“Kami berharap hadirnya tim komnas HAM ke Purworejo ini dapat menjadi fasilitator untuk menjembatani kami dengan warga yang kontra sehingga dapat terjadi kesepakatan dan PSN ini dapat terus berjalan tanpa ada yang merasa dirugikan,” harapnya.

Sementara Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengungkapkam, kehadiran dirinya untuk meminta keterangan dari sudut pandang Pemkab Purworejo dan pejabat terkait.

Beka menyebutkan, Komnas HAM RI menerima pengaduan pada 16 September dari masyarakat Desa Wadas, terkait dugaan perusakan lingkungan serta tindakan intimidasi kepada warga.

Tindakan tersebut diduga sebagai respons atas sikap warga yang menolak adanya rencana penambangan batuan andesit di wilayahnya guna kepentingan pembangunan Bendungan Bener.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Kikis Individualisme, Galakkan Nilai-Nilai Bung Karno

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:15 WIB

Peduli Lingkungan, Raih Penghargaan SDGs Awards

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:51 WIB
X