Optimalkan Melalui Daring, Pemkot Magelang Belum Ijinkan Kegiatan Skala Besar

- Rabu, 29 September 2021 | 14:35 WIB
Sejumlah awak media mengikuti jumpa pers perkembangan kasus Covid-19 yang disampaikan oleh Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono beserta asisten dan kepala OPD. (suaramerdeka.com/dok)
Sejumlah awak media mengikuti jumpa pers perkembangan kasus Covid-19 yang disampaikan oleh Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono beserta asisten dan kepala OPD. (suaramerdeka.com/dok)

MAGELANG, suaramerdeka.comPemkot Magelang masih berhati-hati dalam memberikan izin kegiatan besar, seperti konser atau pesta pernikahan skala besar. 

Meskipun pemerintah pusat sudah memberi lampu hijau terhadap kegiatan besar seiring mulai melandainya kasus Covid-19 di Indonesia.

Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, berdasarkan Inmendagri No 3 tahun 2021, konser sejauh ini belum diijinkan. 

Ia pun menilai lampu hijau dari pemerintah pusat itu baru sebatas wacana.

Baca Juga: Program Pesantrenpreneur Dorong Kemandirian Pesantren dan Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

“Di Kota Magelang masih berpegangan pada Inmendagri itu. Terlebih, level PPKM kita masih 3, sehingga konser musik belum boleh."

"Adapun resepsi pernikahan sudah ada kelonggaran, semula hanya 10 orang sekarang boleh 50 orang dengan prokes ketat,” ujarnya dalam jumpa pers, Rabu (29/9).

Dia menjelaskan, kegiatan besar harus mengantongi izin dari Satgas Covid-19. Ia pun meminta agar konser musik dan pertunjukan seni budaya dioptimalkan lewat daring saja.

“Boleh mengadakan konser, pentas wayang kulit, tapi wajib virtual. Kalau kegiatan olahraga Liga 3 Oktober nanti di Stadion Moch Soebroto boleh tapi tanpa penonton,” katanya didampingi asisten dan kepala OPD.

Baca Juga: Kemenparekraf MoU dengan PLN, Dukung Pengembangan Destinasi Wisata Tanah Air

Joko menilai, adanya konser, festival seni budaya, dan kegiatan olahraga terbuka dapat memicu kerumunan. 

Meskipun sudah dibatasi 50 persen, namun akan sulit menertibkannya.

“Kita tidak mungkin mengorbankan kondisi yang sudah melandai ini. Saya harap masyarakat tetap bersabar, jangan sampai ada gelombang ketiga, dengan cara menerapkan protokol kesehatan lebih ketat lagi,” tegasnya.

Dia mengaku, saat ini, Satgas Covid-19 Kota Magelang masih fokus dalam memberlakukan simulasi pembukaan tempat wisata dan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. 

Baca Juga: Peminat Membludak, IAI Sleman Tambah Kuota Vaksinasi

Pada saat Kota Magelang turun level menjadi level 2, maka tempat wisata bisa dibuka untuk umum.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Kustomo mengutarakan, seluruh sekolah kini telah menerapkan PTM terbatas. 

Jumlah itu terdiri dari 23 SMP/MTs baik negeri maupun swasta, 77 SD/MI, dan 106 PAUD.

PTM terbatas di sekolah ini hanya berkisar 2 jam. Supaya tidak berkumpul, saya minta orangtua masing-masing yang antar jemput dan jangan sampai terlambat,” jelasnya yang menyebutkan sejauh ini tidak ada orangtua yang menolak PTM terbatas ini.

Baca Juga: Migrasi ke TV Digital, Pemerintah Terus Promosi Kualitas Siaran

Selama ini, pihaknya juga menggelar uji petik di semua sekolah dengan mengambil sampel tes swab antigen. 

Jika ada yang positif, PTM di sekolah tersebut akan dihentikan sementara.

“Kalau ada yang positif, PTM di sekolah yang bersangkutan akan dievaluasi dan ditutup sementara. Kalau sudah, baru dibuka PTM terbatas lagi,” ungkapnya. 

Halaman:
1
2
3

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X