Dispuspa Dukung Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

- Selasa, 28 September 2021 | 16:09 WIB
Kepala Dispuspa Kabupaten Magelang Bela Pinarsi menyampaikan sambutan dalam rapat pemangku kepentingan di kantor Dispuspa. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
Kepala Dispuspa Kabupaten Magelang Bela Pinarsi menyampaikan sambutan dalam rapat pemangku kepentingan di kantor Dispuspa. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Demi mendukung program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial berkelanjutan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispuspa) Kabupaten Magelang mengadakan rapat antar pemangku kepentingan di Gedung Grha Seba Pustaka Dispuspa, Selasa, 28 September 2021.

Kepala Dispuspa Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi mengatakan, tujuan rapat itu digelar untuk mensosialisasikan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Kemudian, membangun sinergi dan komitmen antar pemangku kepentingan untuk mendukung program tersebut secara berkelanjutan.

Baca Juga: Sebanyak 494 Tenaga Medis Berebut Formasi ASN dan PPPK

Adapun rapat ini dihadiri 50 tamu undangan dari berbagai lembaga, seperti beberapa organisasi perangkat daerah, BUMN, BUMD, dan pengelola perpustakaan desa.

Pada kesempatan itu pula, Dispuspa menyerahkan dua unit komputer dan 150 buku kepada Perpustakaan Pustakasari asal Desa Madusari, Kecamatan Secang dan Perpustakaan Cerdas Pintar di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngablak.

Adapun sumbangan komputer dan buku tersebut berasal dari Perpustakaan Nasional, sesuai dengan Surat Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan PERPUSNAS-RI Nomor 808/4/PPK.00.00/II.2021 tentang Usulan Perpustakaan Desa Penerima Manfaat Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Baca Juga: Ganten RW II Dicanangkan sebagai Kampung Bebas Narkoba, Wujud Komitmen Kesungguhan Warga

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto menjelaskan, Pemkab Magelang telah melaksanakan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sejak 2018.

Kebijakan untuk mendukung program ini, lanjut Adi, juga telah dilakukan.

Pertama, mengalokasikan dana yang bersumber dari APBD.

Pada tahun 2021, alokasi anggaran tetap diadakan kendati lebih banyak terserap untuk penanganan Covid-19.

"Perlu saya sampaikan bahwa (alokasi anggaran untuk program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial) untuk tahun 2021 ini mencapai Rp753.281.000," ungkapnya.

Kebijakan kedua, menyatukan komitmen antar BUMD, BUMN, dan lembaga perguruan tingi di Magelang lewat program kemitraan demi menjamin keberlanjutan kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesta Miras di Cepu Memakan Korban, 5 Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:48 WIB

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X