Bareskrim Bongkar Pabrikan Obat Keras Ilegal di Bantul dan Sleman

- Senin, 27 September 2021 | 14:15 WIB
Ilustrasi obat-obatan. (pixabay/@pexels)
Ilustrasi obat-obatan. (pixabay/@pexels)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar produsen obat keras ilegal yang beroperasi di Bantul dan Sleman.

Dari hasil pemeriksaan awal diketahui pabrik ini sudah beroperasi sejak tahun 2018.

Dalam sehari bisa memproduksi 14 juta butir pil obat keras berbagai jenis seperti Hexymer, Trihex, DMP, double L, Irgaphan.

Jaringan peredarannya tersebar di seluruh Pulau Jawa hingga Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Aksi Brutal KKB di Kiwirok, Polisi Periksa Nakes sebagai Saksi

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Siregar mengungkapkan, perkara ini merupakan hasil pengembangan dari kasus peredaran obat ilegal di sejumlah TKP wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Bekasi, dan Jakarta Timur.

"Sejak tanggal 6 September 2021, Bareskrim menggelar operasi Anti Pil Koplo dengan target produsen dan pengedar gelap obat keras. Hasilnya diperoleh barang bukti lebih dari 5 juta butir pil obat keras," katanya, Senin, 27 September 2021.

Dari pengungkapan kasus itu didapat petunjuk pemasok obat-obatan tersebut berasal dari Yogyakarta.

Selanjutnya pada Selasa (21/9) malam, Bareskrim bekerjasama dengan Polda DIY menggrebek sebuah gudang di Kasihan, Bantul yang disinyalir sebagai mega cland lab untuk produksi obat keras.

Baca Juga: Taj Yasin: Sektor Wisata Halal Harus Diiringi Ketersediaan SDM Kuasai Bahasa Arab

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Temanggung akan Dijadikan Super Prioritas Pertanian

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:41 WIB

Pemalang Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:11 WIB
X