Aplikasi Si Labu, Tingkatkan Akurasi Layanan Laboratorium Balai Keselamatan Kerja

- Senin, 27 September 2021 | 08:24 WIB
Kepala Seksi Pelayanan Teknis Balai Keselamatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng, Kuntodi sosialisasi aplikasi Si Labu untuk peningkatan pelayanan. (suaramerdeka.com / dok)
Kepala Seksi Pelayanan Teknis Balai Keselamatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng, Kuntodi sosialisasi aplikasi Si Labu untuk peningkatan pelayanan. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng melakukan aksi perubahan pelayanan publik dengan membuat aplikasi Sistem Informasi Laboratorium Terpadu (Si Labu) pada Laboratorium Balai Keselamatan Kerja Provinsi Jateng.

Aplikasi Si Labu ini bermanfaat bagi tiga pihak yakni perusahaan, karyawan, dan lembaga akademis.

Aplikasi Si Labu akan meningkatkan akurasi analis dalam menginput data analisa laboratorium, mempercepat waktu penyelesaian laporan.

Utamanya adalah meningkatkan kemudahan dan kenyamanan serta jaminan mutu layanan laboratorium Balai Keselamatan Kerja.

Baca Juga: Program Kerja Prioritas, Hipmi Semarang Pastikan Akan Fokus Garap UMKM

Pelayanan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) lingkungan kerja karyawan di Jateng menjadi prioritas.

Kepala Seksi Pelayanan Teknis Balai Keselamatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng, Kuntodi menyampaikan ada 4.933 industri besar dan menengah yang menjalankan usahanya di Jateng per tahun 2020.

Sampai dengan tahun 2019 terdapat sebanyak 180 perusahaan di Jawa Tengah telah menerapkan Sistem Manajemen K3 (SMK3).

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan kerja karyawan oleh perusahaan sudah meningkat.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini: Berawan, Ada Potensi Diguyur Hujan Berintensitas Ringan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB

Nama-Nama Bayi Unik Yang Sempat Viral di Indonesia

Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:26 WIB
X