Ponpes Tidak Ingin Ada Intervensi Berlebih dari Pemerintah

- Jumat, 24 September 2021 | 19:22 WIB
Pelaksanaan Public Hearing Raperda tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren yang dilakukan DPRD Purworejo dengan sejumlah pimpinan Ponpes, Ulama, dan pimpinan organisasi masyarakat Islam di Gedung DPRD Purworejo. (suaramerdeka.com/aris himawan)
Pelaksanaan Public Hearing Raperda tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren yang dilakukan DPRD Purworejo dengan sejumlah pimpinan Ponpes, Ulama, dan pimpinan organisasi masyarakat Islam di Gedung DPRD Purworejo. (suaramerdeka.com/aris himawan)

PURWOREJO, suaramerdeka.com - Pemilik dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Purworejo setuju dengan adanya Perda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.

Namun mereka tidak ingin adanya intervensi yang berlebihan dari pemerintah dengan adanya Perda tersebut.

"Kita setuju dan sependapat adanya Perda Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren. Tapi tidak perlu adanya intervensi yang berlebih kepada Ponpes karena sebenarnya Ponpes itu sudah mandiri," kata Muhammad Faqih Muqoddam Ba'abud pengasuh Ponpes Al Iman, Desa Bulus, Kecamatan Gebang, Jumat (24/9).

Baca Juga: Guru Harus Bisa Menjadi Influencer, Memberi Pengaruh Positif pada Murid

Hanya memang, lanjutnya, ada beberapa hal misalnya dalam pengajuan bantuan Ponpes di Kabupaten Purworejo belum memiliki payung hukum di daerah.

Sehingga diusulkan adanya Perda Ponpes ini agar Pemda juga bisa menganggarkan khusus untuk pesantren melalui APBD.

Namun ada beberapa hal yang tidak disetujui oleh pihak Ponpes seperti adanya dewan pesantren. Dengan adanya ketidaksetujuan tersebut maka rencana adanya dewan pesantren telah dihapus.

"Kami rasa cukup diwakilkan atau di handle oleh organisasi-organisasi induk, ormas yang menaungi pesantren itu, seperti NU, Muhammadiyah atau yang lainya, karena pendapat kami memang tidak ada yang lebih tahu pesantren kecuali santri, jadi kita serahkan kepada ahlinya," terangnya.

Pihaknya berharap, nantinya dengan adanya Perda Ponpes, pesantren-pesantren yang ada di Kabupaten Purworejo bisa berkembang terutama Ponpes kecil dan yang baru berdiri. Karena memang di bawah masih banyak Ponpes yang masih berkembang.

"Harapannya dengan adanya Perda bisa membuat perkembangan semakin pesat. Sehingga bisa bersaing dengan Kabupaten lain, khususnya Jawa Tengah bisa bersaing kepada Jawa Timur yang lebih besar saat ini," harapnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB

Nama-Nama Bayi Unik Yang Sempat Viral di Indonesia

Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:26 WIB
X