Kawasan Eduwisata Terpadu Eling Bansari Diresmikan, jadi Motor Penggerak Percepatan Pembangunan Desa

- Jumat, 24 September 2021 | 15:46 WIB
ELING BANSARI: Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq meresmikan Eduwisata Eling Bansari di kawasan Embung Bansari, Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
ELING BANSARI: Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq meresmikan Eduwisata Eling Bansari di kawasan Embung Bansari, Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

 TEMANGGUNG, suaramerdeka.com – Pemkab Temanggung meresmikan Eduwisata Eling Bansari di kawasan Embung Bansari Kecamatan Bansari, Jumat 24 September 2021.

Eduwisata ini diharap menjadi motor penggerak percepatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan desa.

Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq meresmikan Eduwisata Eling Bansari ini. Eduwisata ini merupakan perpaduan antara berbagai desa wisata di Kecamatan Bansari, termasuk perpaduan kegiatan wisata dari berbagai desa.

“Kawasan eduwisata ini diprakarsai oleh Badan Kerjasama Antar-Desa di Kecamatan Bansari. Kawasan perdesaan eduwisata ini kami harap dapat memadukan alam, ekonomi kreatif, dan wisata penjelajahan (adventure),” ujarnya.

Baca Juga: RSUP Dr Kariadi Terima Bantuan Mobil Jenazah, Permudah Pelayanan kepada Masyarakat

Pihaknya mengapresiasi bermunculannya desa wisata di Temanggung. Apalagi, desa kini memiliki anggaran bernilai miliaran rupiah per tahun, sehingga tiap desa berupaya membuat desa wisata yang memunculkan potensi alam, kreativitas, seni, budaya, dan lainnya.

“Sekarang ini setiap dusun dan desa mempunyai program sendiri, desa satu punya kolam renang yang lainnya bangun kolam renang, desa yang lain bangun gardu pandang kita ikut-ikutan. Ini yang perlu kita benahi, karena belum ada keterpaduan antar desa," tuturnya.

Ia menilai, Eduwisata Eling Bansari ini dapat memadukan berbagai potensi yang ada, sehingga dapat memajukan Kecamatan Bansari. Terutama masyarakatnya dapat sejahtera.

“Namun, saat ini belum ada lembaga yang bersifat komperhensif atau badan koordinasi pariwisata desa agar saling terkoneksi dan tidak terjadi persaingan yang akan merugikan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB

Nama-Nama Bayi Unik Yang Sempat Viral di Indonesia

Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:26 WIB
X