Bupati Tiwi Ajak Gempur Rokok Ilegal, Ingatkan Tembakau Purbalingga Pernah Berjaya

- Kamis, 23 September 2021 | 12:48 WIB
Bupati Tiwi pada acara kampanye gempur rokok ilegal dan sosialisasi ketentuan di bidang cukai bagi influencer media sosial dan content creator di TWP Purbasari Pancuran Mas. (suaramerdeka.com / Ryan Rachman)
Bupati Tiwi pada acara kampanye gempur rokok ilegal dan sosialisasi ketentuan di bidang cukai bagi influencer media sosial dan content creator di TWP Purbasari Pancuran Mas. (suaramerdeka.com / Ryan Rachman)

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggempur peredaran rokok ilegal.

Menurutnya, cukai hasil tembakau merupakan salah satu komponen pendapatan negara yang digunakan untuk pembangunan.

“Saya mengajak masyarakat, terutama para influencer dan content creator untuk ikut serta dalam kampanye hal-hal yang positif di sekitar kita, termasuk di antaranya gempur rokok ilegal sekaligus mensosialisasikan ketentuan-ketentuan di bidang cukai,” ujar Bupati Tiwi pada acara kampanye gempur rokok ilegal dan sosialisasi ketentuan di bidang cukai bagi influencer media sosial dan content creator di Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuran Mas, Rabu 22 September 2021.

Bupati Tiwi menambahkan saat ini hampir semua hal sudah bermigrasi menjadi serba digital.

Baca Juga: Dinkes Sleman Terima 52 Ribu Dosis Vaksin Pfizer, Bisa Diakses Pekan Ini

Oleh karena itu, pemeirntah mulai menggandeng pelaku media sosial dengan para influencer dan content creatornya yang berperan penting dalam menyampaikan informasi ke masyarakat.

Selain itu, Bupati Tiwi mengingatkan sejarah bahwa Kabupaten Purbalingga ternyata memiliki tinta emas dalam industri tembakau.

Jejaknya terbentang mulai dari era kolonial dimana tembakau yang berasal dari Purbalingga sampai menembus pasar eropa.

“Saat itu ada 2 Perusahaan Belanda yang beroperasi di purbalingga. Mereka menampung tembakau yang dibudidayakan Petani Purbalingga, kemudian dibawa ke Pasar Eropa,” imbuhnya.

Baca Juga: Imunisasi pada Anak Diingatkan Sesuai Jadwal, Telekonsultasi Dapat Dimanfaatkan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB

Nama-Nama Bayi Unik Yang Sempat Viral di Indonesia

Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:26 WIB
X