Klaster Sekolah Muncul, Pemerintah Jangan Ambil Kebijakan Pukul Rata

- Kamis, 23 September 2021 | 11:24 WIB
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau Pembelajaran Tatap Muka di SMPN 12 Semarang, Senin (30/8). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau Pembelajaran Tatap Muka di SMPN 12 Semarang, Senin (30/8). (suaramerdeka.com/Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Pemerintah diminta tidak mengambil kebijakan secara pukul rata, usai munculnya sejumlah klaster kasus Covid-19 di beberapa sekolah di Jawa Tengah saat pembelajaran tatap muka (PTM).

“Saya khawatir ini jadi kebijakan, dan semua daerah kembali daring. Jangan sampai anak-anak dan dunia pendidikan selalu di persalahkan,” ujar Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Muh Zen

Menurut Zen, kembali menutup sekolah dan belajar secara daring, bukan sebuah solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan pendidikan dan kesehatan anak-anak.

“Karena mereka justru di luar malah tidak bisa terkontrol keluarga dan sekolah,” terang politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Baca Juga: Jika Vaksinasi Belum Capai Target, Level PPKM Tak Bisa Turun

Zen juga meminta, penanganan kasus Covid-19 di lingkungan pendidikan tidak sampai kembali mengganggu mental anak-anak.

Di mana saat ini kondisinya mulai bersemangat kembali PTM , bertemu guru dan teman-temannya.

“Sebagaimana sektor lain juga tetap jalan jika ada yang positif. Jadi jangan sampai di-gebyah uyah,” tegasnya.

Menurutnya, cukup sekolah yang kedapatan dan ditemukan kasus positif, dilakukan isolasi.

Baca Juga: Dolar Sedikit Lebih Tinggi dari Mata Uang Lain di Tengah Pengumuman Kebijakan Fed

Apalagi hasil penelusurannya, kasus yang ditemukan tanpa gejala, alias tidak sampai sakit parah.

“Pak Presiden juga sudah sampaikan, agar mulai siap hidup berdampingan dengan virus,” bebernya.

Zen yakin, sekolah yang menggelar PTM juga sudah menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, antara lain mereka yang sakit dilarang berangkat.

“Virus ini kan tidak kelihatan. Jadi, ya sudah, PTM tetap jalan dan prokes ditingkatkan lagi,” terangnya.

Baca Juga: Pemerintah Denmark Tertarik Potensi Investasi Jawa Tengah, Jumlah Akan Ditingkatkan

Soal adanya tes Antigen atau PCR bagi sekolah, kata Zen, semestinya tidak hanya digencarkan di lembaga pendidikan semata.

Sebab, semua sektor saat ini sudah aktif seperti mall, pasar, pabrik, mapun perkantoran.

“Kami juga berharap, pemerintah mulai memaksimalkan vaksin bagi anak-anak sekolah. Mereka juga punya hak yang sama prioritas vaksin,” tandasnya.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Kader Kesehatan di Sleman Disuntik Booster

Selasa, 30 November 2021 | 13:27 WIB

Hari Naas dan Hari Keberuntungan Selasa Kliwon

Selasa, 30 November 2021 | 10:37 WIB

Libur Akhir Tahun, Destinasi Wisata di Sleman Tetap Buka

Minggu, 28 November 2021 | 15:57 WIB

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB
X