Teknologi Micro Bubble Diterapkan. Bantu Petani Tambak Udang Pesisir Selatan

- Kamis, 23 September 2021 | 09:12 WIB
Tim dosen UNY menyerahkan Alat Generator Micro-Bubble kepada petambak di Mirit Kebumen. (suaramerdeka.com / dok)
Tim dosen UNY menyerahkan Alat Generator Micro-Bubble kepada petambak di Mirit Kebumen. (suaramerdeka.com / dok)

KEBUMEN, Suaramerdeka.com - Teknologi modern yang dikenal dengan nama micro bubble diterapkan membantu petani tambak udang di kawasan pesisir pantai selatan Kebumen.

Inisiasi ini datang dari Tim Dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang berkeinginan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi petani tambak Desa/ Kecamatan Mirit Kebumen.

“Salah satu mata pencaharian penduduk pesisir pantai Kebumen seperti Desa Mirit adalah membuat tambak udang. Permasalahannya produktivitas panen petani kurang maksimal disebabkan penyakit yang menyerang ternak tambak,” tutur Dosen UNY, Dr Risky Setiawan, di lokasi pendampingan mitra di Desa Mirit Kebumen.

Ditambahkan penyakit yang acap menghinggapi hewan peliharaan yakni white feces syndrome, enterocytozoon hepatopenaei (EHP), white spot syndrome virus (WSSV), early mortality syndrome (EMS).

Baca Juga: Sampaikan Pidatonya pada Sidang PBB, Presiden Joko Widodo Sampaikan 4 Hal Ini

Penyakit tersebut disebabkan karena kondisi air yang mencakup suhu, kadar dan kandungan oksigen.

Kondisi ini membuat produksi udang di antaranya jenis vaname yang memiliki ciri ukurannya mencapai 40 cm dengan berat 28 gram akhirnya kurang maksimal.

Di samping itu, permasalahan seperti pemasaran dan pendistribusian hasil tambak menjadikan petani tak pernah meraup untung banyak.

Berdasar persoalan ini, kemudian diterapkan program kemitraan masyarakat oleh para dosen UNY.

Baca Juga: Nilai BPNT untuk Blora Sangat Besar, Capai Rp 196,5 Miliar Per Tahun

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB

Nama-Nama Bayi Unik Yang Sempat Viral di Indonesia

Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:26 WIB
X