Siswa Madrasah di Sleman Diduga jadi Korban Perundungan

- Sabtu, 22 Februari 2020 | 03:55 WIB
TEMPAT WUDHU: Kepala Sekolah (Kasek) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Qurrota Ayun Muh Afiffudin tengah menunjukkan salah satu tempat wudhu yang diduga menjadi lokasi salah satu siswanya mengalami perundungan, Jumat (21/2). (suaramerdeka.com/Gading Persada)
TEMPAT WUDHU: Kepala Sekolah (Kasek) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Qurrota Ayun Muh Afiffudin tengah menunjukkan salah satu tempat wudhu yang diduga menjadi lokasi salah satu siswanya mengalami perundungan, Jumat (21/2). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Kasus bullying atau perundungan kembali terjadi di Jogja untuk sekian kalinya. Kali ini menimpa seorang siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Sleman berinsial SAGH (7) ya diduga menjadi korban kekerasan kakak kelasnya saat tengah antri mengambil air wudhu di sekolah mereka di kawasan Blotan, Wedomarani, Ngemplak, Sleman, awal Februari ini.

Saat ini, korban masih diopnamen di RS Bethesda Yogyakarta setelah sebelumnya menjalani operasi.

“Benar, saat ini kami merawat satu pasien anak-anak berusia 7 tahun. Dia masuk ke IGD pada 13 Februari setelah dirujuk dari rumah sakit sebelumnya di (RSKIA) Sadewa Babarsari,” tutur Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) dan Marketing RS Bethesda Adhiyatno Priambodo pada awak media, Jumat (21/2).

Adhiyatno tidak mengetahui persis kondisi SAGH saat pertama kali masuk ke IGD (Instalasi Gawat Darurat). Namun, setelah masuk IGD siang harinya diketahui SAGH langsung menjalani operasi di bawah penanganan dua dokter spesialis, yakni spesialis anak dan dokter spesialis bedah anak pada malamnya.

“Untuk diagnosanya seperti apa nanti kewenangan dokter yang menanganinya untuk merilis. Namun, sepengetahuan kami, pasien menjalani operasi di bagian perutnya," tutur dia.

Saat ditanya apakah SAGH masuk ke rumah sakit karena mengalami luka akibat dianiaya teman sekolah sebagaimana yang viral di media sosial, Adhiyatno tidak bisa memastikannya. Namun, dia mengakui sudah membaca postingan screen shoot di media sosial yang menjadi viral itu.

“Kalau melihat dengan data-data pasien dengan yang viral di medsos itu memang ada kecocokan,” tuturnya.

Sebelumnya, kemarin, dunia pendidikan di DIY gempar dengan kemunculan sebuah utas di akun Twitter @Mummy_Nduty. Utas yang diunggah akun tersebut bernarasi telah terjadi bullying atau perundungan di sebuah sekolah.

Ada apa sih dgn anak sekolah skr ini? Anak SDpun udh mulai gila!!! Ortuuuu hallooo ortuuu tolong anak2nya diperhatikan dgn baik yaaaa...guru2 disekolah please dehhhh lu pada digaji buat ngedidik anak2 jd bener bukan malah cuci tangan dan cari alesan lain buat ngehindar,” tulis akun tersebut yang diunggah pada 19 Februari lalu.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X