Warga Protes Uang Pengembalian PTSL

- Selasa, 18 Februari 2020 | 17:09 WIB
UANG PENGEMBALIAN : Seorang warga Desa Jatibogor, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal menerima uang pengembalian biaya PTSL tahun 2018 di Kantor Desa Jatibogor, Selasa (18/2). (suaramerdeka.com/Dwi Putra GD)
UANG PENGEMBALIAN : Seorang warga Desa Jatibogor, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal menerima uang pengembalian biaya PTSL tahun 2018 di Kantor Desa Jatibogor, Selasa (18/2). (suaramerdeka.com/Dwi Putra GD)

SURADADI, suaramerdeka.com – Sejumlah warga memprotes lantaran tidak mendapat uang pengembalian biaya mengurus sertifikat melalui program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) tahun 2018. Hanya 150 warga mendapat pengembalian, padahal banyak warga membayar di atas biaya yang ditentukan.

Dari seribuan warga Desa Jatibogor, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal yang mengurus sertifikat melalui program PTSL tahun 2018, hanya 153 warga mendapatkan pengembalian uang biaya PTSL. Biaya resmi hanya Rp 150 ribu per bidang sudah termasuk akta.

Salah satunya, Kasmui (70) warga RT 2 RW 16 Desa Jatibogor datang mewakili istri yang sakit, datang membawa bukti fotokopi sertifikat yang diterimanya pada 2018. Namun, ia tidak memiliki surat undangan pengembalian kelebihan biaya PTSL.

"Istri saya bayar Rp 4,5 juta untuk satu bidang tanah dengan luas 890 meterpersegi. Harusnya dapat pengembalian karena biaya PTSL hanya Rp 150 ribu per bidang," katanya.

Sementara itu, warga lain, Hasan Ali (45) mengaku mendapatkan banyak keluhan dari pemohon sertifikat PTSL yang tidak mendapatkan undangan. Padahal, mereka membayar di atas ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri sebesar Rp 150 ribu per bidang.

Bahkan, beberapa warga setelah menerima uang pengembalian, tidak sesuai dengan hitungan biaya PTSL. "Sertifikat atasnama Dewi Mulyaningsih hanya mendapatkan pengembalian Rp 250 ribu. Padahal, uang yang disetorkan Rp 1,5 juta. Sisa uangnya ke mana?," ujarnya.

Inspektur Pembantu 1 Inspektorat Kabupaten Tegal, Agung Budi Waluyo menuturkan Inspektorat dalam pengembalian uang PTSL hanya sebatas menyaksikan. Pengembalian itu dinilai itikat baik dari desa kepada masyarakat.

Sesuai hasil pemeriksaan, tercatat 153 warga menerima pengembalian. Pasalnya, sesuai SKB tiga menteri biaya hanya Rp 150 ribu per bidang. Namun, mereka membayar di atas ketentuan. Tertinggi ada warga membayar sampai Rp 2 juta.

"Satu orang ada yang mengurus lebih dari satu sertifikat. Untuk nilai pengembalian merupakan kewenangan desa," terang Agung.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

X