Presiden Jokowi Lepas Sepasang Burung Elang Jawa di TNGM

- Jumat, 14 Februari 2020 | 17:17 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menarik tali pintu sangkar sepasang burung Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, Jumat 14 Februari. (suaramerdeka.com/Eko Priyono)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menarik tali pintu sangkar sepasang burung Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, Jumat 14 Februari. (suaramerdeka.com/Eko Priyono)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas sepasang burung Elang Jawa bernama Abu (umur 3 tahun) dan Rossy (3 tahun) di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, Jumat 14 Februari. Di tempat yang sama Jokowi juga menanam bibit pohon Salam.

Presiden di sela-sela acara itu mengatakan, di kawasan itu memiliki kemampuan untuk menampung enam pasang burung Elang Jawa. Yang dilepas hari ini satu pasang. Jadi kalau ada lagi akan dilepas lagi.

Ditambahkan, yang dia lepas hari ini bukan hanya Elang Jawa saja, tetapi juga burung-burung kecil sejenis Kutilang untuk makanan Elang.

Melalui pelepasan burung itu, lanjut Jokowi, ingin memulai hal-hal yang berkaitan dengan ekosistem, satwa, flora fauna, dan reboisasi di kawasan yang sering banjir, tanah longsor. Ditanami tanaman yang ada fungsi penghijauannya, juga fungsi ekonominya. "Terus akan saya dorong," katanya.

Di sisi lain dia menyebutkan, terkait WNI yang dikarantina di Natuna, itu proses kesehatan protokol dari WHO yang diikuti secara ketat. Karantina di Natuna itu, di sana juga diawasi secara ketat. Setiap hari dicek. Sekarang sudah 14 hari dikarantina. "Memang protokolnya seperti itu," katanya.

Jadi kalau besok pagi mereka kembali ke masyarakat, menurut Presiden, dipastikan bahwa prosedur sudah dilalui dan sudah bisa kembali ke masyarakat.

Terkait hal itu diharapkan masyarakat juga menerima apa adanya. Karena sudah 14 hari dikarantina dan tidak ada masalah. "Masyarakat tidak perlu takut. Kenapa dikit-dikit takut wong sudah proses protokol kesehatannya dilalui kok "Terima apa adanya tidak ada masalah," tandasnya.

Perlu diketahui, 238 WNI dari Wuhan, China, dikarantina Tim Komando Tugas Gabungan Terpadu Operasi Kemanusiaan Natuna, dan akan berakhir pada Sabtu (15/2).

Editor: Maya

Tags

Terkini

30.000 Desa Nikmati Program Pamsimas

Selasa, 21 September 2021 | 22:04 WIB

Penyandang Disabilitas Fisik Terima Bantuan Kemensos

Selasa, 21 September 2021 | 14:25 WIB

Selama Pandemi Pelanggaran Lalu Lintas Turun

Senin, 20 September 2021 | 21:53 WIB

Pesantren Didorong Jadi Kader Penanganan TBC

Senin, 20 September 2021 | 14:45 WIB
X