Cegah Klitih, Satpol Intensifkan Razia

- Rabu, 12 Februari 2020 | 13:55 WIB
Guna mencegah klitih, Satpol PP gelar razia. (foto ilustrasi: istimewa)
Guna mencegah klitih, Satpol PP gelar razia. (foto ilustrasi: istimewa)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Aksi kekerasan jalanan atau klitih yang kian marak di wilayah Sleman memaksa semua pihak untuk turun tangan. Sejak pekan lalu, Satpol PP mengintensifkan razia anak-anak yang nongkrong pada malam hari.

Biasanya, Satpol hanya menerjunkan satu tim. Sekarang ditambah menjadi tiga regu yang masing-masing beranggotakan delapan orang. "Regu disebar di tiga wilayah. Kami sudah petakan tempat-tempat yang dipandang rawan seperti Jalan Kabupaten, kawasan Stadion Maguwo, dan Jalan Medari-Cemoro," kata Plt Kepala Satpol PP Sleman, Arif Pramana, di sela rakor penanganan klitih, Rabu (12/2).

Meski belum terukur seberapa efektifnya, menurut Arif, kedatangan anggota Satpol diharapkan paling tidak bisa menekan potensi kerawanan. Kegiatan operasi anak kongkow ini digencarkan tiap hari Jumat sampai dengan Minggu.

Selain akhir pekan, razia juga dilakukan pada hari-hari biasa tapi yang terjun hanya satu regu dibagi tiga shift yakni pagi, siang, dan malam. "Remaja yang kedapatan tongkrong saat jam malam disuruh bubar, terlebih jika ada indikasi konsumsi miras. Petugas akan mendata identitas mereka," imbuhnya.

Sejak razia intensif mulai dilakukan pada Jumat (7/2) pekan lalu, sejauh ini belum ditemukan preseden negatif. Dengan cakupan wilayah Sleman yang luas, Satpol juga menggandeng aparat trantib kecamatan dan desa, serta anggota bhabinkamtibmas.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rudy Prabowo mengatakan, sepanjang tahun 2019, ada 16 laporan tindak pidana kejahatan jalanan. Namun yang terungkap baru delapan kasus. Pada awal 2020 ini, Polres Sleman kembali mengamankan 11 tersangka usia anak-anak dan dewasa.

Terkait kasus klitih di Jalan Kabupaten dengan korban seorang driver ojek online, dia mengatakan sampai saat ini pelaku belum tertangkap. "Mohon doanya supaya bisa segera terungkap," kata Rudy.

Untuk upaya preventif, jajaran kepolisian bersama TNI melakukan patroli pada jam rawan yakni pukul 23.00-03.00 WIB. Sementara, kejadian yang menimpa driver ojek bernama Enriko Christanto (40) pada Sabtu (1/2) silam disebutnya di luar prediksi karena berlangsung pukul 03.21 WIB.

Selain upaya oleh aparat, dia berharap ada langkah mandiri dari masyarakat, khususnya pelaku usaha dengan memasang CCTV yang mengarah ke sisi luar atau jalan.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X