Pulihkan Hutan Mangrove di Dua Dusun yang Hilang

- Jumat, 7 Februari 2020 | 21:49 WIB
foto: suaramerdeka
foto: suaramerdeka

DEMAK, suaramerdeka.com - Sebanyak 1.500 bibit bakau/mangrove ditanam di dua dusun yang tenggelam karena abrasi, di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jumat (7/2). Penanaman dilakukan di area sekitar 0,5 hektar.

Kegiatan restorasi ligkungan itu dilakukan oleh puluhan karyawan dan jajaran direksi PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk, bersama relawan yayasan Lindungi Hutan, bersama warga sekitar.

Penanaman bibit mangrove melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai salah satu tanggung jawab penyelamatan lingkungan. Di mana untuk membendung terjadinya abrasi yang lebih cepat, serta mengembalikan ekosistem di hutan mangrove.

“Kita tahu hutan mangrove ini banyak manfaat. Mencegah abrasi, sampai megguraikan limbah organik yang datang dari sungai. Di sini juga tempat hidupnya banyak biota laut seperti burung bangau, ikan, kepiting,” kata Joko Tri Sanyoto, selaku Direksi PT Bintraco Dharma.

Pihaknya merasa, Bintraco yang lahir di Semarang sejak 1 Juni 1969 Group perlu memandang pentingnya pelestarian lingkungan. Mengingat perusahaan ini bergerak sebagai salah satu pendukung industri otomotif. Sementara industri otomotif sendiri turut berkontribusi atas pencemaran lingkungan. Pihaknya menyadari hal tersebut.

“Dengan melakukan program CSR seperti ini, kami berharap dapat secara berkelanjutan memberikan kontribusi kepada kelangsungan kehidupan ekosistem di pesisir khususnya,” katanya.

Sehingga, akan lebih cepat pemulihan lingkungan melalui terciptanya hutan
mangrove. Sehingga nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat pesisir yang pada umumnya berprofesi sebagai nelayan.

Untuk diketahui, Desa Bedono, di Kabupaten Demak merupakan salah satu lokasi terburuk terdampak abrasi di pesisir Utara Jawa Tengah. Setidaknya dua dusun dengan jumlah masyarakat 200 KK itu mulai terkena abrasi sejak tahun 2005, dan pelan-pelan tenggelam.

Semua masyarakat di dua dusun tersebut dsudah pindah dan hanya menyisakan satu keluarga saja yang bertahan. Kini wilayah itu mulai hijau dengan hutan mangrove yang telah dirawat berbagai kelompok masyarakat sampai saat ini. (daz-)

Halaman:

Editor: Achmad Rifki

Tags

Terkini

Kikis Individualisme, Galakkan Nilai-Nilai Bung Karno

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:15 WIB

Peduli Lingkungan, Raih Penghargaan SDGs Awards

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:51 WIB
X