Cegah Stunting, Tim KKN Tematik Undip Tanam Pohon Kelor di Desa Ngampon

- Jumat, 7 Februari 2020 | 10:24 WIB
Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

BLORA, suaramerdeka.com - Tim KKN Tematik Universitas Diponegoro yang bertempat di Desa Ngampon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora menanam pohon kelor bersama masyarakat Desa Ngampon. Kegiatan ini merupakan salah satu program multidisplin sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kasus stunting pada balita terutama di Kabupaten Blora sendiri.

Kegiatan penanaman ini diikuti perangkat desa beserta jajarannya, ibu-ibu PKK dan masyarakat desa Ngampon. Acara ini diawali dengan penyerahan bibit kelor secara simbolis dari perwakilan mahasiswa kepada Kepala Desa Ngampon, yang selanjutnya dilakukan penanaman bersama masyarakat.

Penanaman ini dilatarbelakangi kurangnya informasi dan kesadaran masyarakat terkait manfaat tanaman kelor. Banyak masyarakat yang belum mengerti akan manfaat kelor untuk kesehatan terutama untuk mencegah stunting pada balita. Seperti yang telah diketahui, banyak hasil riset menyebutkan bahwa kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi dan variatif.

Kandungan gizi yang terdapat pada kelor antara lain, 82 kalori energi, 6,7 gram protein, 1,7 gram lemak, 1,3 gram karbohidrat, 440 mg kalsium, fosfor, zat besi, dan vitamin A, B, dan C. Adapun nutrisi yang terkandung dalam daun kelor diantaranya adalah vitamin C 7x lebih banyak daripada jeruk, vitamin A 10x lebih banyak dari wortel, kalsium 17x lebih banyak dari susu, dan lain sebagainya.

Diharapkan dengan adanya penanaman bibit kelor ini, masyarakat dapat mengembangkan potensi tanaman kelor baik sebagai sumber olahan pangan yang kaya nutrisi maupun sebagai salah satu bentuk penghasilan untuk masyarakat di Desa Ngampon. "Kami berharap bahwa pohon kelor ini nantinya dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Desa Ngampon," ujar Genra Tarigan selaku Koordinator Desa Ngampon KKN Tematik UNDIP 2020.

Selain itu, juga digelar sosialisasi tentang pemanfaatan dan pengolahan kelor ini untuk pencegahan stunting. "Kelor ini dapat diolah menjadi sebuah produk pangan berupa nugget yang berbahan dasar kelor dengan penambahan tempe yang dibalut dengan tepung roti yang crispy, sehingga menambah daya tarik dan cita rasa kepada anak-anak untuk mengonsumsinya," ujar Genra Tarigan.

Terlaksananya program ini merupakan hasil diskusi dan bimbingan dari dosen pembimbing lapangan yakni Fahmi Arifan dan Sri Winarni. Selain itu dukungan dan dorongan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) yang ikut bekerja sama dengan Universitas Diponegoro dalam pelaksaan program pengabdian kepada masyarakat ini.

 

Editor: Setiawan Hendra Kelana

Tags

Terkini

Ganjar: Sikapi Fenomena Alam dengan Ilmu Titen

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:41 WIB
X