Tekan Klitih, Lokasi Rawan Akan Dipasang CCTV

- Kamis, 6 Februari 2020 | 10:48 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Kepolisian Resor (Polres) Sleman mewacanakan pemasangan closed circuit television (CCTV) di titik-titik jalan yang dipandang rawan terjadi aksi kejahatan jalanan atau klitih.

Saat dihubungi  Suara Merdeka, Rabu (5/2), Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengatakan, rencana pemasangan CCTV telah dikomunikasikan dengan jajaran Pemkab Sleman. Namun masih akan didalami lagi teknisnya. "Kami sudah bicarakan tapi mau didalami lagi teknisnya," kata Rizky.

Sesegera mungkin, pihaknya akan memetakan titik yang dianggap mendesak untuk dipantau CCTV. "Belum (dipetakan) tapi yang pasti, tempat yang ramai dan mungkin rawan," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman Aris Bintoro mengatakan, rencana untuk pemasangan CCTV di jalur rawan kejahatan masih akan dikoordinasikan bersama Polres. Kemungkinan, diprioritaskan di ruas jalan yang sudah ada jalur kabel fiber optic. 

Untuk sementara, yang teranggarkan pemasangan CCTV tahun ini baru seputar komplek Pemda, dan pertigaan Kecamatan Mlati. "Anggarannyayang komplek Pemda cuma sedikit, kurang lebih Rp 140 juta," kata Aris.

Saat ini, CCTV di bawah pengelolaan Pemkab Sleman terpasang pada 18 titik lokasi jalan. Diantaranya pertigaan Bappeda, Pangukan, Taman Denggung, traffic light Denggung, jembatan Krasak, pertigaan Pasar Tempel, Pasar Sleman, dan depan RSUD Sleman.

Kamera pengintai juga dipasang di jalan Tugu Udang Kaliurang, jembatan Jambon Cangkringan, jembatan Bronggang, pertigaan Prambanan, perempatan Cebongan, simpang empat Minggir, depan Amplaz, Kecamatan Cangkringan, depan DPRD, dan Pasar Cebongan. Sebanyak 31 unit CCTV yang tersebar pada 18 titik itu berfungsi untuk memantau kondisi lalu lintas.

Terkait rencana pemasangan CCTV ini, Kepala Pusat Studi Forensika Digital UII, Yudi Prayudi memberi masukan agar piranti yang dipasang berupa night vision camera jenis berwarna maupun hitam putih. Pertimbangannya karena hampir sebagian besar aksi kejahatan jalanan dilakukan pada malam hari, sehingga butuh CCTV yang dikhususkan pengkondisian suasana malam. "Kalau pakai CCTV tanpa night vision camera, akan sulit menangkap objek di suasana gelap," ujarnya.

Selain jenis CCTV, hal lain yang perlu diperhatikan adalah area coverage atau ruang pemantauan. Terkadang, kamera pemantau ditempatkan pada posisi yang tidak tepat. Sehingga jika ada kejadian, sulit menangkap identitas pelaku karena terpantau dari sudut tertentu saja. "Perlu pendalaman tentang penempatan CCTV di area yang ditengarai berpotensi kejahatan klitih. Coverage sebaiknya diperluas," sarannya.

Halaman:

Editor: Andika

Tags

Terkini

Siswa MAN Purbalingga Diminta Teladani Nabi Muhammad

Minggu, 24 Oktober 2021 | 22:05 WIB

Ajakan Warga Mangunan Jaga Hutan lewat Tradisi Kenduri

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:32 WIB
X