Dinkes Observasi TKA Asal China Selama 14 Hari

- Senin, 3 Februari 2020 | 21:15 WIB
Tim dari Dinkes Jepara melakukan pemeriksaan WNA asal China di PT Jiale Indonesia. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)
Tim dari Dinkes Jepara melakukan pemeriksaan WNA asal China di PT Jiale Indonesia. (suaramerdeka.com/Septina Nafiyanti)

JEPARA, suaramerdeka.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara memeriksa sejumlah warga negara asing (WNA) asal China yang bekerja di dua perusahaan asing di Jepara, yaitu PT Jiale Indonesia dan PT DCP Travelling Product, Senin (3/2).

Kepala Dinkes Jepara, Mudrikatun menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari screening kesehatan untuk memastikan WNA asal China yang kembali Indonesia bebas dari virus corona.

Pemeriksaan ini rencananya akan rutin dilakukan selama 14 hari ke depan dengan tiga kali pemeriksaan, yaitu pada pagi hari, siang ahari, dan sore hari. ''Pemeriksaan ini melibatkan puskesmas setempat, yaitu Puskesmas Pecangaan dan Puskesmas Mayong,'' tuturnya.

Observasi pada dua perusahaan tersebut lantaran keduanya mempunyai tenaga kerja asing (TKA) dari China yang dilaporkan pulang kembali ke China pada libur Imlek beberapa waktu lalu. Saat ini, sebagian dari TKA telah kembali ke Indonesia.

''Karena China merupakan sumber dari Corona, kami antisipasi dengan pemeriksaan, agar virus berbahaya tersebut tidak sampai menular pada karyawan lain di Jepara,'' terangnya, di sela-sela pemeriksaan, Senin (3/2).

Dikatakan, pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan suhu tubuh, tekanan darah, dan wawancara mengenai kemungkinan batuk, sesak napas, diare, dan flu. Pemeriksaan ini tidak bisa langsung memastikan seseorang terkena corona, namun perlu pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan jika pemeriksaan awal menunjukkan potensi pasie terserang virus. ''Masa inkubasi adalah 14 hari, jadi kami akan rutin periksa 14 hari,'' tuturnya.

GM PT Jiale Indonesia, Zhao mengatakan, ada 64 WNA asal China bekerja di perusahaannya. Dari jumlah itu, 29 di antara pulang kembali ke China saat liburan imlek. Saat ini, sudah ada 25 yang kembali ke Jepara, selebihnya masih menunggu kepulangan mereka.

''Saat ini yang dilakukan oleh perusahaan adalah mengistirahatkan karyawan yang baru kembali dari China selama 14 hari. Kemudian menyemprot disinfektan ke ruangan-ruangan, serta memakai masker,'' terangnya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X