PP Muhammdiyah Keluarkan Fatwa Rokok Elektrik Haram

- Jumat, 24 Januari 2020 | 14:34 WIB
Silaturahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro, Kota Yogyakarta, Jumat (24/1). (Foto suaramerdeka.com/Sugiarto)
Silaturahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro, Kota Yogyakarta, Jumat (24/1). (Foto suaramerdeka.com/Sugiarto)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, mengeluarkan fatwa bahwa rokok elektrik atau yang sering disebut dengan Vape hukumnya haram.

Hal tersebut disampaikan pada forum Silaturahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro, Kota Yogyakarta, Jumat (24\1).

Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid, Lc, M.Ag menjelaskan, hal ini dilakukan guna meneguhkan kembali posisi Muhammadiyah terhadap rokok.

Dimana perkembangan perokok semakin masif, salah satunya dengan penggunaan rokok elektronik atau yang sering disebut dengan Vape. "Merokok elektronik hukumnya adalah haram sebagaimana rokok konvensional,'' katanya.

''Karena kategori perbuatan mengkonsumsi perbuatan merusak atau membahayakan. Lalu  rokok elektrik membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan uap sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi," tambah dia saat menyampaikan itu di hadapan peserta forum.

Sebagaimana rokok konvensional, rokok elektrik juga mengandung zat adiktif dan unsur racun yang membahayakan. Tetapi dampak buruknya dapat dirasakan dalam jangka pendek maupun panjang.

Wawan juga memaparkan, bahwa penggunaan e-cigarette tidak lebih aman dibandingkan dengan penggunaan rokok berbahan tembakau. Sesuai dengan fakta ilmiah yang tidak ada satu pihak medis menyatakan aman dari bahaya. Ia juga menyebutkan, diketemukan juga zat karsinogen pada barang tersebut.

"Mereka yang belum atau tidak merokok wajib menghindarkan diri dan keluarganya dari rokok elektrik. Bagi mereka yang sudah terlanjur menjadi perokok, wajib melakukan upaya dan berusaha semaksimal mungkin untuk berhenti dari kebiasaan mengonsumsi rokok," jelas Wawan.

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga merekomendasikan kepada pemerintah pusat atau daerah untuk membuat kebijakan yang melarang total rokok elektrik dan tembakau.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Kukrit Ditunjuk Jadi Ketum PPHI Jateng

Selasa, 24 Januari 2023 | 16:40 WIB

Gerindra Jateng Sambut Sekber Gerindra-PKB Pemilu 2024

Selasa, 24 Januari 2023 | 08:03 WIB
X