Rumah Korban Tanah Bergerak di Prambanan Dibongkar Total

- Kamis, 9 Januari 2020 | 16:47 WIB
Foto suara.com
Foto suara.com

SLEMAN, suaramerdeka.com - Hunian milik Sulis Widodo (22), warga Dusun Losari 2 RT 04 RW 12, Desa Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman yang terkena dampak tanah bergerak, dibongkar total. Material bangunan hasil bongkaran dapat digunakan lagi jika sewaktu-waktu hendak mendirikan rumah.

"Korban sendiri yang meminta rumahnya dibongkar. Kemudian, tim relawan dan warga membantu proses pembongkarannya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik  BPBD Sleman Makwan, Kamis (9/1).

Pasca insiden tanah bergerak, Sulis Widodo mengungsi di rumah orang tuanya yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggalnya semula. Istri dan anak Sulis yang baru berusia 20 bulan juga ikut diungsikan. Mengenai kemungkinan fasilitasi relokasi oleh pemerintah, Makwan menilai hal itu belum terlalu mendesak.

"Korban ditawari mau atau tidak relokasi. Jika memang berkeinginan tinggal di rumah kerabat, tidak apa-apa, Yang penting ada tempat untuk berteduh," ucap Makwan.

Namun pihaknya meminta jika korban akan membangun hunian baru agar tidak lagi menempati lokasi yang lama. Pasalnya, kondisi retakan tanah sudah mengkhawatirkan. Dijelaskan Makwan, rumah milik Sulis Widodo yang mengalami tanah bergerak berada di daerah lereng yang diratakan menjadi datar.

Tanah yang berada di bawah bangunan rumah tersebut ketebalannya hanya tipis. Selain itu terdapat batu yang dapat menjadi bidang gelincir. Tanah yang ketebalannya tipis itu rentan gembur ketika diguyur air hujan secara terus-menerus ditambah adanya beban bangunan rumah. Imbasnya, tanah tersebut mengalami pergerakan.

"Tanahnya jadi mlotrok (turun ke bawah). Korban pun sudah paham betul situasinya sehingga daripada nanti kejadian longsor, dia dan keluarganya sudah terlebih dulu pergi," beber Makwan.

Di Sleman sendiri, sesuai kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dipetakan ada 15 kecamatan yang rawan mengalami potensi gerakan tanah. Hampir seluruh kecamatan ada potensi bencana tersebut kecuali Moyudan dan Sleman. Beberapa diantaranya masuk kategori menengah-tinggi antara lain Cangkringan, Gamping, Godean, Pakem, Prambanan, Seyegan, dan Turi.

Editor: Maya

Tags

Terkini

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB

Gading Paradise, Hadirkan Miniatur Eropa di Kebumen

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:14 WIB
X