Galangan Kapal Kayu Bisa Jadi Lokasi Edukasi Wisata Bahari Internasional

- Rabu, 18 Desember 2019 | 10:48 WIB
TINJAU LOKASI: Bupati Batang Wihaji (kanan) bersama Nurhaji Slamet Urip, saat meninjau lokasi galangan kapal kayu di Seturi Batang. (suaramerdeka.com / dok)
TINJAU LOKASI: Bupati Batang Wihaji (kanan) bersama Nurhaji Slamet Urip, saat meninjau lokasi galangan kapal kayu di Seturi Batang. (suaramerdeka.com / dok)

BATANG, suaramerdeka.com - Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Batang merekomendasikan galangan kapal kayu di Batang bisa dijadikan lokasi edukasi wisata bahari skala internasional. Rekomendasi diberikan dari hasil penyusunan kajian/riset tematik tahun 2019 dengan judul “Kajian Stategis Kawasan Wisata Pantai/Galangan Kapal sebagai eduwisata di Kabupaten Batang.”

“Kami sudah melakukan kajian dalam bentuk produk laporan dan film, produk akan kita publis, setelah kita publis semua tergantung OPD terkait,"ujar Ketua Dewan Riset Daerah Kabupaten Batang Dr. Ir. Ananto Aji, M. Sp. di ruang Analitic Dinas Kominfo Batang, Selasa (17/12).

Ia mengatakan, tindak lanjut hasil riset semua tergantung OPD, kalau positif merespon bisa direncanakan anggarannya ditahun 2021. “Laporan ini akan kita sampaikan Bupati Wihaji, dan semoga ditindaklanjuti secara integritas sinergi oleh OPD untuk merancang di tahun depan," jelas Ananto Aji yang juga dosen Unnes itu.

Sekretaris DRD Drs. Y. Anggoro T, M.Eng. menambahkan Kabupaten Batang memiliki peluang besar untuk eduwista yang digabungkan dengan objek sekelilingnya seperti Pantai Sigandu, Pantai Celong dan ekonomi kreatif lainnya.

“Eduwisata lebih menonjolkan kearifan lokal Batang atau jatidiri orang Batang, yang harus melibatkan berbagai komunitas dan warga Batang. Yang tentunya Pemkab juga melakukan perbaikan infrastruktur, sanitasi dan penggerak pariwistanya,"jelasnya.

Sementara itu, Nurhaji Slamet Urip, satu di antara pemilik galangan kapal mengatakan, sangat mendukung sekali dengan eduwista bahari, karena sangat berpotensi sekali dan galangan kapal kayu di Batang bakal terkenal di dunia pelayaran internasional.

“Bisa dikatakan galangan di sini terbesar di dunia dalam hal pembuatan kapal kayu. Melalui eduwisata bahari, pengunjung bisa belajar membuat kapal nyambung juga dengan wisata pantai Sigandu dan Celong," katanya.

Editor: Andika

Tags

Terkini

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X