11 Angkutan Barang Terjaring Razia ODOL

- Selasa, 17 Desember 2019 | 23:35 WIB
Petugas memeriksa kelengkapan angkutan barang yang melintas di seputaran Lapangan Denggung Sleman, Selasa (17/12). (suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)
Petugas memeriksa kelengkapan angkutan barang yang melintas di seputaran Lapangan Denggung Sleman, Selasa (17/12). (suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Menjelang arus libur natal dan tahun baru, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah X Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DIY dan Polda DIY mengadakan razia terhadap angkutan barang di Lapangan Denggung Sleman, Selasa (17/12).

Fokus kegiatan operasi kali ini adalah pelanggaran over dimensi dan overload (ODOL). Hasilnya dari 106 kendaraan jenis truk, mobil boks, dan angkutan yang diperiksa, ada 11 unit yang melanggar aturan.

"Fokus kegiatan ini adalah pelanggaran ODOL karena berdasar catatan, kasus kecelakaan dan kemacetan didominasi jenis pelanggaran itu," ungkap Kasi Tata Tertib Subdit BinGakkum Ditlantas Polda DIY, Kompol Subarkah di sela operasi.

Kegiatan ramp check ini dilakukan untuk menjamin tertib administrasi, kesiapan pengemudi, dan kelaikan jalan kendaraan sehingga aman melintas di jalan. Terlebih selama masa nataru, mobilitas kendaraan akan semakin meningkat. Puncak kepadatan diperkirakan berlangsung pada tanggal 25-31 Desember 2019 dengan pemindahan angkutan dominan dari arah Jatenh menuju DIY.

Staf Seksi LLAJ BPTD Wilayah X Provinsi Jateng, Arry Purwanto menambahkan, pihaknya sering melakukan operasi gabungan di terminal tipe A, jembatan timbang, dan titik masuk ke pool bus pariwisata maupun AKAP. Operasi juga menyasar tempat wisata, dan ruas jalan seperti yang berlangsung di Lapangan Denggung kali ini.

"Untuk menjamin keselamatan dalam pelayanan angkutan, dilaksanakan operasi ini. Pengalaman tahun kemarin, saat libur nataru, kemacetan arus lalu lintas mulai dari Magelang sampai perbatasan Jogja," ujarnya.

Kasi Pengendalian Angkutan Dishub DIY, Sigit Wahyu Wibowo menjelaskan, pemeriksaan difokuskan pada tiga unsur penting yakni administrasi, teknis utama, dan teknis penunjang. Unsur administrasi meliputi SIM umum, STNK, surat tanda uji kelayakan (STUK), dan kartu pengawasan.

Ada pun unsur teknis mencakup sistem penerangan, sistem pengereman, kelaikan ban depan dan ban belakang kendaraan, sabuk keselamatan pengemudi, speedometer, wiper, dan peralatan tanggap darurat.

Unsur penunjang terdiri dari kaca depan, kaca spion, klakson, lantai, tangga, kapasitas tempat duduk, serta perlengkapan kendaraan seperti ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan lampu senter.

"Harapan kami rutin dilakukan ramp check, dan kelaikan jalan. Agar kondisi kendaraan siap beroperasi, dan angka kecelakaan dapat ditekan," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

PPKM Level 3 Batal, DIY Tetap Perketat Pengawasan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:36 WIB

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB
X