Kasus Pemukulan di RSUD Bendan Pekalongan Selesai Secara Kekeluargaan, Oknum Dokter SpOg Diberi Sanksi

- Senin, 20 September 2021 | 15:01 WIB
KONFERENSI PERS - Direktur RSUD Bendan dr Junaedi Wibawa, didampingi Kepala Komite Medis, Ketua Tim Penegakan Disiplin, dan Kabid Pelayanan Medis memberikan keterangan pers di Aula RS setempat, terkait munculnya dugaan kasus pemukulan yang dilakukan oleh oknum dokter Spog rumah sakit setempat, Senin 20 September 2021.  (suaramerdeka.com/Kuswandi)
KONFERENSI PERS - Direktur RSUD Bendan dr Junaedi Wibawa, didampingi Kepala Komite Medis, Ketua Tim Penegakan Disiplin, dan Kabid Pelayanan Medis memberikan keterangan pers di Aula RS setempat, terkait munculnya dugaan kasus pemukulan yang dilakukan oleh oknum dokter Spog rumah sakit setempat, Senin 20 September 2021.  (suaramerdeka.com/Kuswandi)

Baca Juga: Lima Warung di Pantura Pemalang Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa


"Ini adalah masalah pribadi antara mereka berdua, hanya karena masalah ketersinggunangan dan ketidaknyamanan pada saat Residen Bedah ini berkomunikasi dengan dokter kandungan tersebut.

Ada ketidaknyamanan yang mungkin karena perasaan senior dan junior kemudian melakukan sesuatu itu, jadi tidak memukul dengan membabi buta dan sebagainya. Hanya sekali, dan itu ditangkis," tegasnya.

Kendati demikian, terkait persoalan dimaksud, menurutnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan, dan kedua belah pihak untuk tidak menuntut lebih lanjut.

Atas kejadian itu, dr Junaedi menyatakan bahwa pihaknya melalui Tim Penegak Disiplin RSUD Bendan telah memberikan hukuman disiplin atas pelanggaran yang telah dilakukan salah satu DPJP Obsgin dimaksud.

Hukuman disiplin itu sebagaimana mengacu pada regulasi diantaranya Peraturan Walikota Pekalongan No 30 Tahun 2019 dan Peraturan Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan.

Ada tiga jenis sanksi disiplin yang diberikan terhadap DPJP tersebut. Pertama, penurunan jabatan satu tingkat lebih rendah (dari Kepala Instalasi menjadi staf Medis Fungsional-Red). Kedua, tidak melakukan pelayanan di RSUD Bendan selama tiga bulan terhitung sejak 17 September 2021 sampai dengan 16 Desember 2021. Ketiga, DPJP tersebut hanya mendapatkan 25% dari Jasa Pelayanan bulan September 2021 atas pelayanan yang sudah diberikan.

Baca Juga: Dorong Produksi Rendah Karbon, Jokowi juga Minta Pengusaha Mebel Tetap Jaga Kelestarian Hutan

"Untuk menghindari efek psikologis yang lebih besar kepada Residen Bedah yang bersangkutan, maka dari Dekan Undip menarik untuk sementara Residen di RSUD Bendan. Pihaknya juga akan melakukan pembahasan kembali terkait MoU atau PKS penempatan Residen di RSUD Bendan.

Nanti kita akan lakukan pembicaraan tripartit antara kami RSUD Bendan, RS Kariadi, dan Fakultas Kedokteran Undip,"imbuhnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Libur Akhir Tahun, Destinasi Wisata di Sleman Tetap Buka

Minggu, 28 November 2021 | 15:57 WIB

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB

Gebrak Bayi, Tradisi Berkah Si Buah Hati

Jumat, 26 November 2021 | 22:28 WIB
X