Pesantren Didorong Jadi Kader Penanganan TBC

- Senin, 20 September 2021 | 14:45 WIB
Para santri mengikuti Lokakarya  Program Pemberdayaan Santri Kader Tuberkulosis terhadap Perilaku Santri dalam Pencegahan TBC di Pesantren di PP Al-Istiqomah Kelurahan Semawung Kembaran, Kutoarjo. (suaramerdeka.com/aris himawan)
Para santri mengikuti Lokakarya Program Pemberdayaan Santri Kader Tuberkulosis terhadap Perilaku Santri dalam Pencegahan TBC di Pesantren di PP Al-Istiqomah Kelurahan Semawung Kembaran, Kutoarjo. (suaramerdeka.com/aris himawan)

PURWOREJO, suaramerdeka.com - Lima pondok pesantren di Kabupaten Purworejo didorong menjadi kader penanganan penyakit menular tuberkulosis (TBC) di pesantren.

Hal itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesantren terhadap perilaku hidup sehat di pesantren.

Lima pondok pesantren tersebut yakni PP Al Istiqomah Semawung Kembaran Kutoarjo, PP Luklu'il Quran Walmaknun Senepo Kutoarjo, PP Mazratul Ulum Sutoragan Kemiri, PP Darul Quran Butuh, PP Asnal Matholib Wareng Butuh.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Lokakarya Program Pemberdayaan Santri Kader Tuberkulosis terhadap Perilaku Santri dalam Pencegahan TBC di Pesantren.

Baca Juga: Menteri BUMN Semangati UMKM Bali Agar Siap Bangkit Pascapandemi

Kegiatan yang diselenggarakan di PP Al-Istiqomah Kelurahan Semawung Kembaran, Kutoarjo tersebut diikuti perwakilan lima pesantren dan didampingi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dan Puskesmas.

Pengurus Yayasan Jaringan Pesantren Nusantara (Jannur), Nanang Hari Sudibyo selaku penyelenggara kegiatan mengatakan, pesantren sudah semestinya mendapatkan perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan warga pesantren.

Warga pesantren berhak atas layanan dan pendampingan kesehatan dari pemerintah.

Isu penanganan TBC dipilih karena penyakit ini sangat berbahaya dan berpotensi terjadi penyebaran di pesantren.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB

Nama-Nama Bayi Unik Yang Sempat Viral di Indonesia

Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:26 WIB
X