Pemerintah Diminta Tegas Tangani Truk ODOL

- Selasa, 10 Desember 2019 | 12:31 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Masih banyaknya temuan truk over dimension over loading (ODOL) harus dijadikan bahan koreksi oleh pemerintah. Sepanjang November lalu, tim gabungan Pemkab dan Polres Sleman menjaring 13 truk yang melanggar ketentuan muatan.

Menurut Kepala Divisi Pengembangan dan Pemanfaatan Hasil Riset Pustral UGM, Arif Wismadi, perlu adanya tindakan tegas dari pemerintah untuk penanganan truk ODOL. Langkah tegas itu akan bermanfaat untuk pengurangan sejumlah resiko.

"Dari sisi pengusaha, kendaraan over dimensi dan overloading mungkin menguntungkan dalam jangka pendek, karena dapat mengangkut lebih banyak dengan frekuensi yang lebih sedikit. Namun resiko bagi publik cukup besar baik dari sisi risiko kecelakaan maupun kerusakan jalan," paparnya.

Di lain pihak, asosiasi dan beberapa pemangku kepentingan dinilai belum siap beradaptasi dengan pemberlakuan aturan tegas itu. Dalam pandangannya, ketegasan tindakan hukum membutuhkan penyesuaian dari pihak pemerintah maupun asosiasi pengangkut. Penanganan harus komprehensif menyentuh kepentingan individual pelaku, organisasi, dan sistem.

"Tindakan untuk overload sebenarnya lebih mudah diterima karena lebih pada pengaturan muatan. Sedangkan over dimension dari tindakan modifikasi kendaraan lebih membutuhkan pembiayaan untuk penyesuaian kembali," imbuh Arif.

Dari hal itu, semestinya cukup mudah bagi asosiasi pengangkut untuk menyesuaikan muatan. Agar kendali dan implementasi aturan lebih mudah, dia menawarkan beberapa strategi.

Pertama adalah melakukan segmentasi atau memilah penanganan yang berdampak besar. Di antaranya pemilahan sasaran jenis kendaraan ODOL, maupun tipe komoditas. Truk ODOL kritis harus ditangani sangat tegas bahkan jika perlu yang berdampak sistemik, sehingga dapat memunculkan seluruh rantai pelanggaran. Tidak hanya pada pelaku di lapangan, namun sampai pada pengusaha angkutan dan pemilik barang serta industri otomotif yang terlibat.

Strategi berikutnya adalah menggelar operasi rutin yang bersifat random bagi industri pelaku ODOL. "Jangan hanya mengandalkan jembatan timbang. Gunakan peralatan portabel dengan lokasi di titik asal komoditas yang diangkut," sarannya.

Yang lebih penting, lanjut dia, penindakan hendaknya tidak hanya dilakukan terhadap kendaraan pengangkut tapi mata rantai pelanggaran. Operasi ini pun sebaiknya didukung dengan sistem dan aplikasi digital untuk kemudahan pencatatan dan kendali tindakan.  

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Ganjar: Sikapi Fenomena Alam dengan Ilmu Titen

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:41 WIB
X