Banyak Petani Frustrasi, Pemerintah Beri Pelatihan

- Minggu, 19 September 2021 | 19:20 WIB
PELATIHAN: Sejumlah petani cabai Desa Gilingsari Temanggung mengikuti pelatihan pertanian (SM/Asef F Aman)
PELATIHAN: Sejumlah petani cabai Desa Gilingsari Temanggung mengikuti pelatihan pertanian (SM/Asef F Aman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Sektor pertanian dianggap mampu bertahan di masa pademi, meskipun petani di Indonesia masih banyak yang frustasi dengan apa yang dialami.

Seperti yang disampaikan Anggota DPR RI Dapil IV Jawa Tengah, Vita Ervina bahwa, untuk mencapai swasembada pangan Indonesia sebagai ujung tombak pembangunan perlu diperhatikan dan dibantu petani.

"Bagaimana bisa sektor pertanian bisa maju kalau yang dikembangkan hanya teknologinya saja.Justru harapanya ada di petani," katanya, Minggu (19/09).

Baca Juga: Pemkab Kendal Siap Memberikan Hibah Pada Dekopinda

Pemerintah, katanya, akan terus berupaya membangun sektor pertanian dengan memberikan bantuan yang langsung berpihak kepada petani.

"Bantuan perlu diberikan dari hulu petani dari budidayanya, produk usaha, asuransi usaha, hingga pascapanen. Sehinga, produk yang dihasilkan berkualitas," ujarnya.

Dia menyebutkan, Kabupaten Temanggung menduduki 4 besar penyuplai cabai terbesar di Jawa Tengah, namun petani acapkali mengalami gejolak harga.

"Saat ini harga cabai terjun bebas. Maka dari itu, mereka perlu diberikan pelatihan untuk menambah nilai produk yang mereka olah," tuturnya.

Menindak lanjuti hal itu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) lembang di bawahi pertanian pertanian memberikan pelatihan pengolahan dan teknik pemasaran cabai di desa Gilingsari Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung.

"Pesertanya adalah pelaku usaha khusus di komuditas Holtikultura. Pada dasarnya memberikan keterampilan mereka untuk memberikan nilai tambah untuk produk pertanian," kata Kepala Bidang Penyelenggara Pelatihan BBPP Lembang, Didin Zainudin.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB

Nama-Nama Bayi Unik Yang Sempat Viral di Indonesia

Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:26 WIB
X