Uji Coba Pembukaan Candi Borobudur, Wagub Taj Yasin Minta Umat Beragama Saling Menghormati

- Sabtu, 18 September 2021 | 13:23 WIB

MAGELANG, suaramerdeka.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta masyarakat beragama untuk saling menghormati.

Hal itu, disampaikan usai mengunjungi uji coba pembukaan destinasi Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jumat, 17 September 2021.

Wagub Taj Yasin menerangkan bahwa Indonesia memiliki beragam suku dan agama.

Baca Juga: Ditlantas Polda Jateng Sediakan 28.300 Vaksin untuk Pengemudi Angkutan dan Ojol di Semarang: Antusias Tinggi

Menurutnya ada aturan juga tidak diperbolehkan melecehkan agama.

"Ya kita kan ada menghormati agama ya. Ada aturan melecehkan agama itu tidak boleh. Di Indonesia ini agama banyak, kita saling menghormati," kata Taj Yasin.

Pihaknya menambahkan, menurutnya ada mazhab yang membolehkan berwisata (ke candi) dan ada yang tidak membolehkan (larangan).

Baca Juga: Ringkasan APBD yang Diklasifikasi Tahun Anggaran 2022 Kabupaten Cilacap

Itupun masih dengan catatan kalau di lokasi wisata tersebut mengandung unsur kemusyrikan.

"Tetapi kalau kita berwisata (niatnya) tadabur, melihat keindahan alam, itu malah dianjurkan, karena mengingat kepada Tuhan. Keindahan alam ciptaan tuhan dianjurkan untuk menambah keimanan. Maka yang berwisata ke Candi Borobudur yuk, kita juga niatkan tadabur dengan keindahan alam ciptaan Tuhan," terangnya.

Pernyataan Wagub Taj Yasin tersebut menjawab tanggapan video pendek tentang ceramah seorang Ustaz mengenai larangan bagi umat muslim untuk mendatangi Candi Borobudur.

Awalnya ustaz tersebut membacakan pertanyaan seorang jemaah, mengenai hukum seorang muslim berwisata ke rumah ibadah, contohnya Candi Borobudur.

Ustaz tersebut langsung menjawab hukumnya haram, karena kehadiran (umat muslim) tersebut merupakan bentuk persetujuan kepada peribadatan mereka (agama lain).

Lebih lanjut, Wagub Taj Yasin menerangkan bahwa Candi Borobudur merupakan situs peninggalan sejarah milik seluruh masyarakat Indonesia.

Menurutnya, sebagai situs bersejarah bisa dijadikan tempat untuk belajar sejarah.

Artinya, siapapun boleh mengunjungi Candi Borobudur, dan tempat wisata bersejarah lainnya.

Ia mencontohkan saat belajar di Suriah, dirinya juga sempat diajak mengunjungi sebuah kuil di Busra.

Wagub Taj Yasin menerangkan, kuil tersebut merupakan saksi sejarah pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan seorang pendeta bernama Buhaira.

"Itu sekarang menjadi tempat wisata dan waktu saya belajar di Suriah, (bersama) teman-teman kampus saya diajak wisata ke situ," tandasnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB

Gading Paradise, Hadirkan Miniatur Eropa di Kebumen

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:14 WIB
X