BPBD Kaji Risiko Kebencanaan Jelang Musim Penghujan

- Jumat, 17 September 2021 | 16:28 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

 

MAGELANG, suaramerdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang masih mengkaji antisipasi risiko kebencanaan akibat musim penghujan.

Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Kabupaten Magelang diterpa musim penghujan pada minggu kedua bulan Oktober tahun ini.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono, pihaknya sedang membahas secara internal ihwal peralihan musim kemarau ke penghujan.

"Namun, ada pertanyaan, "sudah musim hujan kenapa masih droping air." Air hujan sampai saat ini masuk ke tanah, belum bisa berproses menjadi air tanah. Sementara sumur masih kering, khususnya yang berada di wilayah (Kecamatan) Borobudur," jelas Edi, Kamis 16 September 2021.

Baca Juga: Hati Mudah Gelisah dan Tak Tenang, Lakukan 4 Amalan Berikut

Risiko kebencanaan akibat musim penghujan, lanjutnya, akan diantisipasi BPBD seperti tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung. Khusus tanah longsor, sejumlah wilayah telah terpetakan dan teridentifikasi.

"Misalnya di Kecamatan Salaman, ada (Desa) Margoyoso dan Ngargoretno. Termasuk (Kecamatan) Windusari, Kajoran, Borobudur. Ini menjadi bagian dari mitigasi. Nanti akan kami persiapkan, termasuk dari satgas maupun relawan," paparnya.

Edi menambahkan pihaknya juga sering berpatroli ke wilayah tertentu yang rentan akan bencana alam. Terutama ke desa-desa di Kabupaten Magelang yang mengalami hal demikian.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Pekalongan Minta PK5 Jaga Prokes dan Tibum

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:23 WIB
X