PJJ Beri Dampak Marak Nikah Dini, Pemprov Jateng Gencar Kampanyekan 'Jo Kawin Bocah'

- Kamis, 16 September 2021 | 16:58 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mampir ke SMA N 1 Petungkriyono di sela-sela gowes, Kamis 16 September 2021. (suaramerdeka.com/dok)
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mampir ke SMA N 1 Petungkriyono di sela-sela gowes, Kamis 16 September 2021. (suaramerdeka.com/dok)

PETUNGKRIYONO, suaramerdeka.com - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi solusi pemerintah untuk menjamin kelangsungan pendidikan selama masa pandemi covid 19.

Tetapi, di daerah-daerah yang budaya nikah dininya masih kental, justru memunculkan anggapan bahwa PJJ sama halnya dengan belajar kejar paket.

Fakta tersebut dijumpai Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat mampir ke SMA N 1 Petungkriyono di sela-sela gowes, Kamis 16 September 2021.

Kepala Sekolah SMA N 1 Petungkriyono, Agus Dwi Prodo menerangkan, siswi lulus SMP yang akan melanjutkan ke SMA justru sudah banyak yang dilamar.

Di sekolah yang ia pimpin, sudah tiga siswi kelas X yang bertunangan.

Baca Juga: Hyundai Motor dan LG Bangun Pabrik Sel Baterai Kendaraan Listrik di Karawang, Pertama di ASEAN

"Orang tua kalau sudah ada yang menanyakan (anaknya), wes ora usah sekolah. Jadi pikirannya orang tua (sekolah) kaya kejar paket C. Sing sekolahe ora mbendina. Sing penting dapat ijazah, " ungkapnya.

Persoalan ini jadi tantangan tersendiri dan tidak ringan. Sebab, menikah dini di Petungkriyono masih menjadi bagian dari budaya.

Di samping itu, sekitar 80 persen orang tua siswa tidak berpendidikan memadai. Pihaknya pun pelan-pelan turut memberikan edukasi kepada masyarakat.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkot Pekalongan Minta PK5 Jaga Prokes dan Tibum

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:23 WIB
X