Ngaku Kiai Sakti, Warga Banyumas Bawa Kabur Emas 35,6 Gram

- Rabu, 15 September 2021 | 18:43 WIB
Wakapolres Kompol Edi Wibowo bersama Kapolsek Gombong AKP Willy Budiyanto menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers, Rabu (15/9). (SM/dok)
Wakapolres Kompol Edi Wibowo bersama Kapolsek Gombong AKP Willy Budiyanto menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers, Rabu (15/9). (SM/dok)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Kasus penipuan dengan pura-pura menjadi kiai sakti terjadi di Kecamatan Gombong, Kebumen.

Pria berinisial SP (30) warga Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas harus berurusan dengan Polres Kebumen karena dugaan menipu seorang nenek inisial RA (61) warga Desa Wero, Kecamatan Gombong, Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Wakapolres Kompol Edi Wibowo mengatakan, penipuan dilakukan di depan bekas pabrik eternit di Jalan Yos Sudarso Gombong, Jumat (18/6) sekitar pukul 09.00.

Baca Juga: Bawaslu Bicara Perempuan di Hari Demokrasi Internasional

Aksinya dilakukan tersangka bersama dua tersangka lain yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

"Modusnya, tersangka berpura-pura sebagai orang sakti yang bisa mengobati segala jenis penyakit. Termasuk keluhan penyakit korban bisa disembuhkan oleh tersangka," jelas Kompol Edi Wibowo didampingi Kapolsek Gombong AKP Willy Budiyanto saat konferensi pers, Rabu (15/6).

Setelah masuk perangkap dan percaya bahwa tersangka adalah kyai sakti, korban ditipu dan perhiasan miliknya dibawa kabur tersangka. Penipuan bermula saat tersangka SP menanyakan arah ke Kecamatan Karanganyar saat berpapasan di Jalan Yos Sudarso Gombong. Setelah menunjukkan arah, korban dihampiri tersangka lain inisial PJ (70) yang mengatakan bahwa SP adalah kyai sakti.

Lalu PJ mengajak korban menemui SP untuk membuktikan bahwa dia adalah kyai sakti yang mendapatkan keberkahan dari Tuhan. Uang Rp 2000 disulap jadi Rp 10.000. Setelah bertemu dengan tersangka SP, baik korban maupun tersangka PJ diminta menyerahkan uang kertas pecahan Rp 2.000 lalu dilipat.

Oleh tersangka SP, lipatan uang itu lalu diberikan ke genggaman korban dan tersangka PJ sambil pura-pura membaca doa. Saat dibuka uang itu berubah menjadi pecahan uang Rp 10.000.

Baca Juga: Wujudkan Tertib Lalu Lintas, Satlantas Polres Pekalongan Kota Blusukan Sekolah SMA, Edukasi Prokes

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

HUT Ke-76, PMI Sleman Siapkan Berbagai Inovasi

Sabtu, 18 September 2021 | 06:45 WIB

BPBD Kaji Risiko Kebencanaan Jelang Musim Penghujan

Jumat, 17 September 2021 | 16:28 WIB
X