Longsor di Tebing Selaranda, Warga Was-was Khawatir Longsor Susulan

- Selasa, 14 September 2021 | 22:37 WIB
Sejumlah batu besar sisa longsoran di Tebing Selaranda, Desa Langse, Kecamatan Karangsambung, Kebumen masih belum dievakuasi. (suaramerdeka.com/Supriyanto)
Sejumlah batu besar sisa longsoran di Tebing Selaranda, Desa Langse, Kecamatan Karangsambung, Kebumen masih belum dievakuasi. (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Tanah longsor terjadi di Tebing Selaranda Jalan Kebumen-Karangsambung, persisnya di Desa Langse, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, Senin malam, 13 September 2021.

Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pada pukul 18.45 wib tersebut.

Akan tetapi, akibat longsor tersebut, jalan menuju Karangsambung dan Sadang atau sebaliknya ke arah Kebumen kota sempat tertutup.

Pasalnya material batu yang longsor menutup jalan yang berada di tepian Sungai Lukulo tersebut.

Baca Juga: Bangun 1.000 Jamban, Rotary D3420 Gandeng Kodam IV Diponegoro

Pada malam itu juga, petugas bersama relawan melakukan evakuasi terhadap batu-batu yang menutup badan jalan.

Selain itu, tim meminta ahli pemecah batu secara manual untuk memecah batu yang cukup besar agar bisa disingkirkan.

Bahkan pemindahan longsoran yang berupa batu yang cukup besar yakni dengan diamer tiga meter yang menutup sebagian jalan perlu menggunakan alat berat.

Pembersihan material longsor melibatkan petugas Kecamatan Karangsambung, Polsek Karangsambung, Koramil Karangsambung, petugas PLN, PMI, BPBD Kebumen, Perhutani serta sukarelawan.

Kejadian longsor tersebut juga mendapatkan perhatian dari warga masyakat yang mendatangi lokasi tersebut.

Baca Juga: Ini Manfaat Rebusan Sereh dan Jahe Bagi Kesehatan

Pantauan Selasa pagi 14 September 2021, tebing Selaranda sudah bisa kembali dilalui pengguna jalan.

Hanya masih beberapa batu dengan ukuran cukup besar masih dibiarkan berada di pinggir jalan. Namun begitu, jalur tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Was Was

Dengan kembali bisa dilaluinya jalur tersebut dengan cepat warga Karangsambung dan Sadang lega karena bisa kembali beraktifitas seperti biasa.

Baca Juga: Menko Airlangga Dukung Industri Musik Kelola Basis Digital

Hanya saja, warga agak was-was saat melintasi jalur tersebut karena khawatir terjadi longsor susulan.

"Jelas was-was kalau melintasi daerah ini. Apalagi sekarag ini mulai turun hujan," ujar Warto seorang pedagang yang sering melintasi jalur tersebut.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasi Humas Polres Iptu Tugiman mengimbau kepada warga untuk waspada saat melintasi jalur tersebut.

Pasalnya, potensi longsor di tebing tersebut masih cukup tinggi.

Baca Juga: Terungkap, Lord Adi Angkat Bicara Kekalahannya di MasterCheaf Indonesia Season 8

"Saat ini material longsor sudah dibersihkan dan bisa kembali dilalui kendaraan. Kami minta pengguna jalan waspada dan meminta warga untuk tidak berada di bawah tebing tersebut," ujarnya.

Longsor di Tebing Selaranda bukan yang pertama kali, Oktober 2020 lalu juga terjadi tanah dan batu longsor di lokasi yang sama. Tanah dan batu besar longsor dari ketinggian sekitar 30 meter.

Material longsor berupa batu besar berukuran 4 kubik tersebut menghantam sebatang tiang listrik milik PLN yang berdiri di seberang jalan hingga patah.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Akan tetapi akibat tiang listrik yang rusak cukup parah, aliran listrik di empat kecamatan terdampak.

Yakni Kecamatan Karangsambung, Sadang, Karanggayam, dan Pejagoan.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB
X