Pria Buta Hidup Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Reot

- Selasa, 14 September 2021 | 20:31 WIB
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mengunjungi rumah Darsono, pria buta yang hidup di gubuk reot RT 02 RW 02 Dsesa Karangreja, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Selasa (14/9). (SM/Supriyanto)
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mengunjungi rumah Darsono, pria buta yang hidup di gubuk reot RT 02 RW 02 Dsesa Karangreja, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Selasa (14/9). (SM/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Hidup sebatangkara, tanpa keluarga dengan kebutaan pada kedua matanya membuat hidup Darsono (65) benar-benar memilukan.

Pria tua ini sehari-hari tinggal di sebuah gubuk reot yang berdiri di atas tanah milik warga setempat.

Kehidupan Darsono benar-benar tidak layak. Untuk makan sehari-hari, Darsono mengandalkan dari belas kasihan para tetangganya.

Baca Juga: Pangan Berbasis Kemandirian Semakin Menguat di Masa Pandemi, Mulai Urban Farming Hingga Pesantren Ekologi

Hanya saja, dengan kondisi yang sudah payah dan kebutaan yang dialami, kondisi pria yang lebih dikenal dengan nama Susah itu benar-benar susah.

"Kalau makan tidak pernah kapiran. Tetapi dengan kondisi seperti itu kasihan sekali karena tidak ada yang merawatnya," ujar Suwarsih (41) salah satu tetangganya.

Sebagai tetangga paling dekat, setiap hari Suwarsih yang selalu mengurus, kendati statusnya bukan keluarga. Mbah Susah dulu diketahui hidup bersama bibinya, namun 10 tahun terakhir saudaranya meninggal dunia.

"Sebelum buta pak Susah pernah kerja sama orang, ya kerja serabutan, mengalami kebutaan sejak tiga tahun terakhir, ya beliau tidak punya saudara, dan sudah tidak bisa ke mana-mana bahkan untuk membersihkan diri, saya rasa itu terbaik jika dibawa ke panti," ungkapnya.

Darsono dulu pernah menikah, namun istrinya meninggal dunia dan tidak memiliki anak. Saat ini dia juga sudah tidak memiliki keluarga yang bisa merawatnya. Maka atas belas kasihan, Darsono dibuatkan gubuk tempat tinggal di atas tanah warga.

"Alangkah baiknya kalau dia dibawa ke panti jompo agar ada yang merawat. Percuma kalau dibuatkan rumah, karena tidak bisa mengurusnya," imbu warga lainnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

HUT Ke-76, PMI Sleman Siapkan Berbagai Inovasi

Sabtu, 18 September 2021 | 06:45 WIB

BPBD Kaji Risiko Kebencanaan Jelang Musim Penghujan

Jumat, 17 September 2021 | 16:28 WIB
X