Kualitas Menurun, Bupati Ingatkan Petani: Tembakau Asli Jangan Dicampur

- Selasa, 14 September 2021 | 18:13 WIB
JEMUR TEMBAKAU: Petani asal Temanggung menjemur tembakaunya di lapangan yang saat ini harganya belum menentu. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
JEMUR TEMBAKAU: Petani asal Temanggung menjemur tembakaunya di lapangan yang saat ini harganya belum menentu. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

“Tahun ini dari Djarum menargetkan pembelian sebanyak 4 ribu ton tembakau kering, sedangkan dari Gudang Garam sebanyak 10 ribu ton, jadi total pembelian dua pabrikan besar itu sebanyak 14 ribu ton," paparnya.

Sementara itu, salah satu petani tembakau, Tuwarno mengutarakan, tidak semua petani tembakau di Temanggung mencampur hasil tembakaunya dengan tembakau dari luar daerah, sehingga petani tembakau meminta perbedaan harga.

Baca Juga: PON XX Papua: Sri Puryono Pompa Motivasi Atlet Taekwondo Jateng

“Saat ini kebanyakan petani temanggung membeli tembakau dari luar namun saya tidak berani, ada dari wonosobo bahkan dari jawa timur tentu kualitas berbeda, pabik lebih paham tapi saya minta untuk harganya dibedakan dengan tembakau asli Temanggung," tuturnya.

Ia menyampikan selain harga tembakau yang masih rendah, saat ini petani dihadapkan dengan curah hujan yang intensitasnya tinggi sehingga kualitas tembakau sedikit meurun.

“Karena matahari tiga hari terakhir ini kurang terik tentu berpengaruh pada hasil tembakau kering tentu itu diluar kendali kami, kalau panasnya bagus satu hari bisa kering tapi sekarang harus bekerja keras lagi untuk menjemurnya hingga dua hari tentunya juga berdampak pada harga kami petani hanya bisa pasrah," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Temanggung Akan Dijadikan Super Prioritas Pertanian

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:41 WIB

Pemalang Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:11 WIB

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB
X