Lulusan UAD Siap Berkompetisi Global

- Minggu, 17 November 2019 | 12:15 WIB
Jajaran pimpinan Universitas Ahmad Dahlan mewisuda 1.943 lulusan yang siap memasuki dunia kerja dan mengabdi masyarakat.(suaramerdeka.com/Agung PW)
Jajaran pimpinan Universitas Ahmad Dahlan mewisuda 1.943 lulusan yang siap memasuki dunia kerja dan mengabdi masyarakat.(suaramerdeka.com/Agung PW)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengasah kemampuan diri sejak masuk kuliah hingga lulus. Mereka memang dipersiapkan berkompetisi memasuki dunia kerja, tak hanya lokal namun juga global, usai menyelesaikan studinya.

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dr Muchlas MT, menegaskan hal itu ketika mewisuda 1.943 mahasiswa S1 dan S2. Wisuda kali ini merupakan yang terbesar dalam sejarah UAD. Sekaligus sebagai bukti bahwa kampus mampu menyeimbangkan mahasiswa yang masuk dan keluar. Wisuda kali ini menambah jumlah lulusan total menjadi 49.482.

''Lulusan UAD tidak hanya mumpuni dalam hard skill tetapi juga soft skill. Mereka mendapat gemblengan sejak pertama masuk kuliah hingga lulus. Banyak aktivitas di kampus yang memberi peluang mahasiswa mengembangkan kemampuan sesuai minat, bakat dan kompetensinya,'' tandas Muchlas.

Ia meyakini lulusannya juga memiliki jiwa kompetisi serta berwirausaha didasari dengan nilai-nilai kerohanian Islam dan kemuhammadiyahan. Tak hanya kemampuan teori yang diperoleh selama kuliah tetapi juga sikap, perilaku dan moral.

Pengabdian Masyarakat

Wisuda bagi Muchlas merupakan titik awal pengabdian kepada masyarakat yang sesungguhnya. Di sinilah wisudawan dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah diperoleh di bangku kuliah. Mereka harus dapat membagikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar.

''Dinamika perkembangan masyarakat terus berkembang dan perlu dihadapi dengan kemampuan dan keterampilan adaptasi yang baik. Pembekalan kompetensi secara plus melalui pendidikan formal dan nonformal cukup menjadi bekal berkompetisi di era Revolusi Industri 4.0,'' paparnya.

Wisudawan terbaik pascasarjana, Nazilah Shofi Risqina mengatakan, pembekalan kompetensi yang didapat selama berkuliah, menjadi nilai pembelajaran sendiri untuk dirinya. Begitu pula pembekalan nilai-nilai keagaman dan kemuhammadiyahan sangat membantu ketika terjun ke masyarakat.

Wisudawan terbaik untuk S1 yakni Niswatul Sa'adah Al Mumtazah IPK 3,96, Laeli Tri Agustina IPK 3,95, Asri Lestari IPK 3,94. Sedangkan untuk S2 yakni Nazilah Shofi Risqina IPK 4,00. Wisudawan tercepat diraih Cahya Utama Purwa Negara dengan masa studi tiga tahun 10 bulan tiga hari dan wisudawan termuda Nina Sakina Lessy yang berumur 20 tahun dua bulan tujuh hari.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB

Gebrak Bayi, Tradisi Berkah Si Buah Hati

Jumat, 26 November 2021 | 22:28 WIB

Polres Pemalang Tangkap Pembuat dan Penjual Uang Palsu

Kamis, 25 November 2021 | 16:12 WIB
X