24 Proyek APBD Rembang Tuntas Seratus Persen

- Senin, 11 November 2019 | 17:29 WIB
TEKNIK TINGGI : Paket pekerjaan pembangunan Jalan Lingkar Sarang yang berkontrak sekitar Rp 16,3 miliar membutuhkan teknik tinggi lantaran dibangun di tepi laut. (Foto suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
TEKNIK TINGGI : Paket pekerjaan pembangunan Jalan Lingkar Sarang yang berkontrak sekitar Rp 16,3 miliar membutuhkan teknik tinggi lantaran dibangun di tepi laut. (Foto suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Sebanyak 24 paket pekerjaan APBD 2019 tuntas terselesaikan seratus persen pada November ini. Sebagian paket tersebut sudah melalui berita acara serah terima kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) atau Provisional Hand Over (PHO).

Sebanyak 24 paket yang siap dimanfaatkan itu berasal dari 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berbeda. Nilai dari keseluruhan paket pekerjaan tersebut mencapai sekitar Rp 14,78 miliar.

Data dari Bagian Administrasi Pembangunan Setda Rembang, 9 OPD pemilik paket pekerjaan yang sudah selesai seratus persen adalah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU).

Lima OPD lainnya badalah Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), RSUD dr R Soetrasno, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) serta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop).

Kabag Admisnitrasi Pembangunan Setda Rembang, Agus Iwan Haswanto menyatakan, pemanfaatan paket pekerjaan yang sudah selesai seratus persen menjadi kewenangan OPD terkait.

Ia mendorong, pihak OPD agar segera melakukan pemanfaatan untuk bisa mengecek ada tidaknya fungsi hasil pekerjaan. Sehingga, jika memang ditemukan adanya kekurangan fungsi atau kerusakan maka segera disempurnakan oleh penyedian jasa.

“Setelah ada berita acara kepada PPKom, selanjutnya proyek memasuki masa pemeliharaan selama 6 bulan, terhitung sejak November. Harus segera dimanfaatkan. Jangan sampai tahu adanya tidak fungsi hasil pekerjaan setelah enam bulan masa pemeliharaan,”terang Iwan.

Iwan menyebutkan, ada satu paket pekerjaan yang sudah melewati batas akhir kontrak namun progres pekerjaan belum tuntas seratus persen. Paket tersebut adalah Peningkatan Jalan Dresi-Sekararum Kaliori milik DPUTARU, dengan nilai kontrak Rp 8.389.059.700.

Menurut Iwan, semestinya kontrak pekerjaan itu sudah selesai pada 8 November 2019. Namun data yang diterima Iwan, progres pekerjaan masih sekitar 80 persen. Atas pekerjaan yang melewati batas kontrak, akhirnya diberlakukan mekanisme denda.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Stok Obat Terapi Covid-19 di Yogyakarta Minim

Senin, 2 Agustus 2021 | 14:04 WIB

Biaya Program Bayi Tabung di Indonesia Tinggi

Minggu, 1 Agustus 2021 | 14:13 WIB

KTT Harapan Jaya Magelang Juara 1 Tingkat Jawa Tengah

Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:08 WIB
X