Burung Mengganas di Pertanian, Jangan Takut Kini Ada Peksi Repellent Machine

- Minggu, 12 September 2021 | 21:55 WIB
Alat pengusir burung menggunakan sensor dan suara ultrasonic.(Foto: ist)
Alat pengusir burung menggunakan sensor dan suara ultrasonic.(Foto: ist)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Panen padi di beberapa daerah mengalami penurunan. Salah satunya dirasakan Mudiyono, anggota Kelompok Tani Sido Rukun di Dusun Padangan, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.

Ia dan petani lain mengeluh karena serangan burung yang mengakibatkan hasil panen tidak maksimal.

''Burung menyerang dan memakan bulir padi yang sudah memasuki masa masak susu. Mereka rata-rata menghabuskan lima gram bulir padi sehari,'' tutur Mudiyono.

Para petani selama ini menggunakan metode pengusiran serangan hama burung menggunakan jaring-jaring dan memanfaatkan orang-orang sawah. Metode tersebut dipandang tidak efektif dan efisien karena membutuhkan waktu dan tenaga.

Baca Juga: Kuota Terbanyak, UMY Sediakan Vaksin 4.000 Dosis

Merespon keluhan para petani, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) membuat alat pengusir burung. Mereka membuat ''Peksi Repellent Machine''.

Tim tersebut , Leni Widyastuti (Biologi), Nur Intan Permatasari (Biologi), R Muhammad Ferry Fadly (Pendidikan Teknik Mesin), Abdul Rosyid Hidayatullah (Fisika), Hidayati Nur Hakimah (Pendidikan Ekonomi) dengan pendamping Ariadie Chandra Nugraha MT.

Leni menjelaskan, kata eksi berasal dari bahasa Jawa yang berarti burung. Jadi Peksi Repellent Machine memang dibuat untuk mengusir hama burung.

Dalam rancang bangunnya, mereka memperhatikan ilmu sains antara lain memperhitungkan jangkauan alat yaitu sensor dan speaker. Selain itu juga memperhitungkan daya alat.

Baca Juga: Giatkan Lumbung Pangan Bantu Warga Isoman

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Ganjar: Sikapi Fenomena Alam dengan Ilmu Titen

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:41 WIB
X