Vaksinasi Capai 60 Persen, 39 Industri di Sleman Diusulkan Beroperasi Penuh

- Minggu, 12 September 2021 | 13:32 WIB
Vaksinasi massal dari Polda DIY bagi UMKM dan masyarakat umum di Balai Desa Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Senin (6/9). (foto dok Polda DIY)
Vaksinasi massal dari Polda DIY bagi UMKM dan masyarakat umum di Balai Desa Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Senin (6/9). (foto dok Polda DIY)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Sebanyak 39 perusahaan industri di Kabupaten Sleman diusulkan untuk bisa beroperasi penuh.

Pengajukan izin operasi ini dilakukan seiring meningkatnya cakupan vaksinasi di Bumi Sembada, yang saat ini sudah mencapai 60 persen dari target 878.000 penduduk.

"Kami mengajukan 39 industri berbasi ekspor untuk memperoleh izin operasional seratus persen di masa PPKM Level 3 ini. Pertimbangannya kalau hanya buka 50 persen dirasa kurang maksimal apabila buyer dari luar negeri meminta kiriman cukup banyak," terang Kepala Disperindag Sleman Mae Rusmi, Minggu, 12 September 2021.

Puluhan industri yang diajukan izin itu sudah memenuhi semua persyaratan antara lain vaksinasi karyawan diatas 50 persen, dan kesiapan sarpras pendukung protokol kesehatan.

Baca Juga: Tinjau PTM Terbatas, Bupati Demak Berharap Masyarakat Tetap Waspada dan Selalu Terapkan Prokes

Pada PPKM Level 4 lalu ada lima perusahaan industri di Sleman yang beroperasional penuh. Semuanya adalah perusahaan yang telah mengantongi Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).

Mae menjelaskan, lima perusahaan yang menjalani uji coba pengoperasian ini ditunjuk langsung oleh Kementerian Perindustrian.

Dari hasil verifikasi, 39 perusahaan lainnya juga dinilai memenuhi syara namun belum ditunjuk oleh pusat.

Sehingga, pada kesempatan kali ini diajukan lagi permohonan ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dengan tembusan ke beberapa instansi.

Baca Juga: Festival Film Internasional Venice 2021 Kembali Digelar

"Di Slema ada 89 perusahaan industri terdiri dari 54 perusahaan sektor esensial, dan 35 kritikal. Separonya sudah terverifikasi," terangnya.

Meski sebagian telah beroperasi, namun masih ada kendala yang dihadapi yakni menyangkut aplikasi Peduli Lindungi.

Pasalnya, aplikasi itu hanya bisa digunakan pada ponsel berbasis Android versi 5.1 ke atas.

Baca Juga: Cegah Populasi Nyamuk Malaria, Purworejo Lakukan Fogging dan Larvasida di Sungai Kedung Puteri

Padahal tidak semua karyawan memiliki ponsel dengan spesifikasi tersebut sehingga proses skrining sering terhambat.

"Antri masuk ke kantor jadi memakan waktu yang lama. Oleh karena itu baru koordinasikan dengan pusat tentang kemungkinan penyampaian laporan secara manual," tutupnya.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X