Cegah Populasi Nyamuk Malaria, Purworejo Lakukan Fogging dan Larvasida di Sungai Kedung Puteri

- Minggu, 12 September 2021 | 11:58 WIB
Purworejo lakukan fogging dan larvasida untuk mencegah populasi nyamuk Malaria. (suaramerdeka.com/dok)
Purworejo lakukan fogging dan larvasida untuk mencegah populasi nyamuk Malaria. (suaramerdeka.com/dok)

Pria yang juga Ketua Umum Perkumpulan Keluarga Besar Purworejo (Pakuwojo) ini menuturkan, nyamuk malaria menggigit pada malam hari.

Selain malaria, genangan air dari limbah keluarga di sungai Kedung Puteri berpotensi menjadi sarang nyamuk biasa (lokal).

"Nyamuk-nyamuk biasa aau lokal ini juga bisa mmenyebabkan infeksi. Jadi harus diwaspadai dan harus dibasmi," tuturnya.

Di tempat yang sama, Martono (57) salah satu warga RT.2 RW.4 Kelurahan Baledono, Purworejo mengaku, bila malam hari nyamuk cukup menganggu warga yang tengah beristirahat.

Baca Juga: Indonesia Akan Mendapat Pasokan 3 Juta Dosis Vaksin Janssen, BPOM Beri Gambarannya

Diperkirakan nyamuk beasal dari genangan air dari sungai Kedung Puteri yang tidak mengalir.

"Genangan air ini berasal dari limbah rumah tangga. Sejak musim kemarau air tidak sungai tidak mengalir, jadi tempat berkembangbiak nyamuk," ungkap Martono.

Hal senada diungkapkan Saring (75). Warga yang tinggal di RT.7 RW.4 Kelurahan Baledono, Purworejo ini mengaku nyamuk banyak menggangu warga saat malam tiba.

Ia berharap, upaya pengasapan bisa dilakukan intensif untuk mencegah kasus malaria.

Baca Juga: Chelsea Vs Aston Villa: Dwigol Romelu Lukaku Bawa The Blues Menang Telak 3-0

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesta Miras di Cepu Memakan Korban, 5 Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:48 WIB
X