Hadapi Tantangan Zaman, Maba Dilatih Softskill

- Senin, 28 Oktober 2019 | 06:07 WIB
KERJASAMA: Mahasiswa baru diajak melakukan permainan untuk melatih kemampuan kerjasama dalam tim pada kegiatan pelatihan program pengembangan softskill di Gedung Bundar Kampus UMP Plaosan, Sabtu (26/10). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
KERJASAMA: Mahasiswa baru diajak melakukan permainan untuk melatih kemampuan kerjasama dalam tim pada kegiatan pelatihan program pengembangan softskill di Gedung Bundar Kampus UMP Plaosan, Sabtu (26/10). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

PURWOREJO, suaramerdeka.com – Menghadapi tantangan perkembangan zaman, ratusan mahasiswa baru (maba) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) diberikan pelatihan program pengembangan softskill.

Katua Panitia, Itsna Iftayani MA mengungkapkan, kegiatan yang merupakan program kerja bidang kemahasiswaan UMP dibawah Wakil Rektor 3 Dr Budi Setiawan MSi

ini mengusung tema “Menjadi pribadi kreatif, komukatif, dan percaya diri”. Ada tiga keterampilan yang dilatihkan dalam kegiatan ini, meliputi creative thinking, public speaking, dan teamwork building.

“Kegiatan diisi dengan materi, praktik, dan permainan. Tetapi lebih ditekankan pada praktek dan permainan agar mahasiswa terlibat langsung dan lebih kontekstual,” kata Itsna, di sela-sela kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Bundar Kampus UMP Plaosan, Sabtu (26/10).

Itsna menyebut, pelatihan diikuti 831 mahasiswa, terdiri dari mahasiswa baru dan beberapa mahasiswa angkatan sebelumnya yang tahun lalu belum mengikuti. Kegiatan dibagi menjadi empat pertemuan, yakni tanggal 25, 26 Oktober dan 1, 2 November. Setiap hari ada sekitar 200-220 mahasiswa.

“Harapannya dari kegiatan ini mahasiswa dapat menjawab tantangan perkembangan zaman, sehingga mereka dapat survive, mengembangkan dirinya dan bersaing di era global,” harap Itsna.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, durasi pelatihan kali ini lebih panjang yakni empat jam per sesi per kelompok, dari pukul 07.00 hingga 11.00. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya hanya dua jam. “Kenapa lebih lama, karena dari evaluasi, softskill itu tidak hanya diajarkan tapi mereka harus terlibat langsung dalam kegiatan,” tuturnya.

Dari segi materinya juga ada yang berubah. Jika tahun lalu lebih banyak materi, seperti percaya diri, dan manajemen waktu juga masuk, untuk tahun ini hanya fokus pada tiga materi dulu yakni creative thinking, teamwork building, dan public speaking. “Sehingga nanti kemampuan yang lain akan kita plan untuk kegiatan softskill lanjutan,” ujarnya.

Itsna menambahkan, setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan mahasiswa lebih siap menjadi mahasiswa sesungguhnya, seperti sudah memahami bahwa menjadi mahasiswa itu harus mampu berpikir kreatif, berkomunikasi dengan baik, dan bisa bekerjasama.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X