Vaksinasi Massal di Kebumen, Pegawai SPBU, Hotel dan Rumah Makan Turut Serta

- Sabtu, 11 September 2021 | 10:48 WIB
Vaksinasi yang digelar oleh Hiswana Migas Kedu dan PHRI Kebumen di Hotel Candisari Kebumen. (suaramerdeka.com / Supriyanto)
Vaksinasi yang digelar oleh Hiswana Migas Kedu dan PHRI Kebumen di Hotel Candisari Kebumen. (suaramerdeka.com / Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Para pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), hotel hingga rumah makan di Kebumen mengikuti vaksinasi massal, Jumat 10 September 2021.

Vaksinasi terselenggara atas kolaborasi Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kedu dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kebumen itu berlangsung di Hotel dan Rumah Makan Candisari, Karanganyar, Kebumen.

Ketua Panitia Vaksinasi Pangestu Edi Karyanto menjelaskan bahwa vaksinasi massal itu mengandeng Polres Kebumen dan Dinas Kesehatan Kebumen.

Dalam pelaksanaanya, vaksinasi melibatkan vaksinator dari Puskemas Karanganyar dan personil Bidang Dokkes Polres Kebumen.

Baca Juga: Rotasi Jabatan Struktural Pemkab Kebumen Berlanjut, Bupati 5 kali Melantik dalam 2 Minggu Terakhir

Adapun dalam vaksinasi tersebut dialokasikan sebanyak 720 dosis, dengan rincian 187 dosis untuk anggota Hiswana Migas, 200 dosis untuk PHRI Kebumen dan 333 untuk masyarakat umum.

"Awalnya kami mengusulkan 500 dosis, namun karena animo masyarakat sehingga terealisasi 670 dosis. Selain itu pada hari pelaksanaan ada tambahan lagi dari Polres Kebumen sebanyak 50 dosis," ujar Pangestu Edi Karyanto kepada Suara Merdeka di sela-sela vaksinasi.

Ketua DPC Hiswana Migas Kedu Sutarto Murti Utomo menambahkan bahwa Hiswana Migas sudah memprogramkan untuk mengikutsertakan vaksinasi seluruh karyawan.

Pasalnya seluruh karyawan anggota Hiswana Migas mulai operator SPBU hingga driver sangat rentan terhadap penularan Covid-19.

Baca Juga: Ajang Kaderisasi Jurnalis, Suara Merdeka Kedu-DIY Luncurkan Pojok Muda Berbalut Pelatihan Jurnalistik

"Mereka berada di lapangan untuk melayani orang-orang yang kita tidak tahu apakah dia positif atau tidak. Padahal jika ada salah satu dari karyawan kita positif Covid-19 maka SPBU tutup selama 14 hari. Ini kan repot banget. Sementara kita diwajibkan pelayanan BBM tidak boleh berhenti," ujar Sutarto Murti Utomo.

Hal inilah, imbuh Atok panggilan karibnya, membuat Hiswana Migas sekuat tenaga untuk vaksinasi para karyawan.

Pihaknya terus menyisir agar semua karyawan anggota Hiswana Migas dapat 100 persen tervaksin.

Disinggung persentasi, Atok menyampaikan untuk sementara ini, sifatnya masih per wilayah.

Sebab antara satu wilayah dengan wilayah yang lain respon masing dari kabupaten berbeda.

"Untuk Kabumen ini sudah 100 persen, sedangkan untuk di wilayah Kedu, kami masih kesulitan di wilayah Temanggung, Magelang dan Wonosobo. Dari masing-masing anggota sudah berupaya mengikuti vaksinasi melalui desa, Puskesmas, tetapi tidak secara spesifik seperti di Kebumen yang dikoordinasi langsung Hiswana Migas," ujarnya.

Atok berharap kepada semua pihak agar para karyawan anggota Hiswana Migas mendapatkan prioritas karena mereka sangat rentan tertular maupun menularkan.***

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Kader Kesehatan di Sleman Disuntik Booster

Selasa, 30 November 2021 | 13:27 WIB

Hari Naas dan Hari Keberuntungan Selasa Kliwon

Selasa, 30 November 2021 | 10:37 WIB

Libur Akhir Tahun, Destinasi Wisata di Sleman Tetap Buka

Minggu, 28 November 2021 | 15:57 WIB

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB
X