Integrasi Berbagai Program Turunkan Kasus Stunting

- Kamis, 9 September 2021 | 16:58 WIB
TANDA TANGAN: Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang (kiri) menandatangani kesepakatan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
TANDA TANGAN: Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang (kiri) menandatangani kesepakatan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

 MAGELANG, suaramerdeka.com - Bupati Magelang Zaenal Arifin menilai penurunan jumlah kasus stunting (kerdil) tak dapat berlansung secara singkat.

Program peningkatan gizi saja tak bisa menjamin permasalahan stunting di Kabupaten Magelang selesai.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Rembuk Stunting secara virtual, Rabu 8 September 2021.

Menurut Zaenal, penyelesaian masalah stunting perlu integrasi antara berbagai program dan koordinasi antar pemangku kepentingan yang terlibat dalam intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Baca Juga: Resmi Daftar Liga 3, Persikama Seleksi Pemain

"Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, angka stunting di Kabupaten Magelang tahun 2017 sempat berada pada angka 37,6 persen. Tetapi, secara perlahan mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir, di mana pada 2020 angka stunting sebesar 20,23 persen," paparnya.

Kabupaten Magelang ditetapkan sebagai salah satu fokus lokasi intervensi penurunan stunting terintegrasi tahun 2021.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 42/M.PPN/HK/04/ Tahun 2020.

Baca Juga: Aset Kripto Boleh Diperdagangkan Secara Islam, Ini Tanggapan CEO Indodax

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Kader Kesehatan di Sleman Disuntik Booster

Selasa, 30 November 2021 | 13:27 WIB

Hari Naas dan Hari Keberuntungan Selasa Kliwon

Selasa, 30 November 2021 | 10:37 WIB
X