Transformasi Koperasi Berbasis Aplikasi

- Minggu, 20 Oktober 2019 | 14:03 WIB
Pedagang Pasar Wage Purwokerto merapikan dagangan. Masyarakat kini semakin mudah berbelanja di pasar tradisional karena order barang berbasis aplikasi. (suaramerdeka.com/Puji Purwanto)
Pedagang Pasar Wage Purwokerto merapikan dagangan. Masyarakat kini semakin mudah berbelanja di pasar tradisional karena order barang berbasis aplikasi. (suaramerdeka.com/Puji Purwanto)

PRIA berjaket hijau bertuliskan Beceer di bagian punggung telihat sedang berbelanja sayuran di Pasar Wage Purwokerto. Ada beberapa komoditas yang dibeli, seperti cabai, bawang merah hingga sayuran.

Ia hampir setiap hari berbelanja, meski pun barang yang dibeli tidak banyak. Rata-rata pembelian antara seperempat kilogram per item. "Sekarang apa-apa serba mudah. Belanja di pasar saja sekarang menggunakan aplikasi," kata pedagang Pasar Wage Purwokerto, Tono.

Perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 telah memberikan keuntungan bagi pedagang pasar tradisional. Pedagang yang sebelumnya hanya melayani cara konvensional sekarang lewat online. Selain memudahkan juga membantu penjualan barang yang dijual para pedagang.

Beceer merupakan aplikasi delivery untuk kebutuhan dapur, seperti bumbu, sayuran dan komoditas bahan pangan lain yang dibeli dari mitra pedagang pasar tradisional dan menjamin kualitas barang segar. Aplikasi ini sudah ada di Google Playstore.

Sebelum cari aplikasinya, beli handphone di sini dulu ya.

Star up yang dikembangkan oleh anak muda asal Purwokerto dirancang untuk membantu ibu rumah tangga yang tidak sempat berbelanja ke pasar. Melalui aplikasi ini ibu rumah tangga tidak perlu lagi repot ke pasar karena bisa memesan sayuran mau pun bumbu dapur melalui aplikasi.

Fonder dan CEO Beceer, Bayu Lukman Yusuf menuturkan, pada awal dikenalkan ke masyarakat, transaksi lewat aplikasi Beecer sedikit. Hanya lima kali per hari. Kemudahan berbelanja di pasar ini ternyata tidak langsung mendapat respons positif dari publik.

Namun, ia terus mempromosikan baik lewat media sosial, flyer maupun memanfaatkan influencer lokal. Promosi ini memberi dampak positif. Masyarakat mulai kenal. Saat ini, orang yang mengunggah aplikasi jumlahnya 2.800 dan pengguna aktif 2.200.

Jumlah pemesanan komoditas bahan pangan lewat aplikasi 200 transaksi per bulan. Nilai transaksi mencapai antara Rp 70 ribu per orang. "Kebanyakan para pengguna aplikasi adalah warga perumahan. Mereka tidak sempat ke pasar," kata Bayu.

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

Siswa MAN Purbalingga Diminta Teladani Nabi Muhammad

Minggu, 24 Oktober 2021 | 22:05 WIB

Ajakan Warga Mangunan Jaga Hutan lewat Tradisi Kenduri

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:32 WIB
X