APTI Minta Kejelasan Harga Tembakau, PT Djarum Belum Bisa Penuhi Harapan

- Sabtu, 4 September 2021 | 15:12 WIB
DATANGI PABRIK: Segenap anggota APTI mendatangi pabrik Djarum di Kranggan Temanggung guna meminta pabrik itu untuk menaikkan harga tembakau. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
DATANGI PABRIK: Segenap anggota APTI mendatangi pabrik Djarum di Kranggan Temanggung guna meminta pabrik itu untuk menaikkan harga tembakau. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

 

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) meminta kejelasan mengenai harga tembakau tahun ini yang masih sangat jauh dari targetnya. Asosiasi ini pun mendatangi pabrik PT Djarum di Kecamatan Kranggan Temanggung, Jumat (3/9), dan disambut baik pihak managemen.

Senior Manager PT Djarum, Iskandar mengatakan, pihaknya belum bisa memenuhi permintaan APTI terkait besaran harga tembakau yang masih rendah itu.

"Dulu yang bagus memang yang mahal, tetapi sekarang yang diperlukan dan langka baru itu yang mahal," ujarnya.

Dia menyampikan, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pengetahuan mengenai arah pasar pertembakauan yang terjadi saat ini. Pihaknya berpesan kepada petani untuk tidak perlu khawatir soal harga yang redah, karena untuk mencapai tembakau dengan harga tinggi membutuhkan waktu.

Baca Juga: Home Town Cha Cha Cha Episode 3: Doo Shik dan Hye Jin Makin Dekat dan Terlibat Pembicaraan Serius, Apa Ya?

"Harga tembakau itu ada masanya, menyesuaikan, tidak mungkinkan tembakau srintil ada sekarang ini," katanya dengan nada bercanda.

Maka dari itu pihak Djarum memaksimalkan kemitraan antara pihaknya dengan petani dan pedagang tembakau di Temanggung yang menurut rencananya akan membeli sebanyak 4000 ton tembakau.

"Situasi sulit sedang terjadi di seluruh Indonesia termasuk juga cuaca. Musim kemaru akhir-akhir ini masih berpotensi hujan. Kondisi ini juga berpengaruh pada
hasil tembakau yang secara kualitas kurang baik," jelasnya.

Sementara itu, Ketua APTI, Wirawan mengaku tidak puas dengan pernyataan pihak Djarum tersebut. Dia merasa musim tambakau tahun ini sangat tidak menguntungkan petani.

Baca Juga: Kapolri Distribusikan 10 Iso Tank, Antisipasi Kelangkaan Oksigen di Indonesia

"Kami meminta dengan sangat pada Djarum untuk lebih meningkatkan pembelian dan harga yang pantas. Harapan petani ada pada tembakau tahun ini, karena sudah 2 tahun petani menderita terdampak pademi, paling tidak lebih baik dari tahun lalu," ungkapnya.

Menurutnya, harga tembakau saat ini belum cukup pantas dengan apa yang petani korbankan. Saat ini harga tertinggi untuk grade D Rp 60.000.

Itupun, katanya, tidak semua tembakau terbaik dibeli dengan harga Rp 60.000, yakni paling hanya 10%nya saja. Dengan waktu yang sudah menuju pada akhir masa panen tembakau, pihaknya mohon kepada Djarum untuk lebih ditingkatkan.

"Kami meminta pihak Djarum untuk segera menaikkan harga dari harga saat ini, minimal garde D dengan nilai Rp 65.000. Terima kasih sekali apabila bisa mencapai Rp 70.000," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gading Paradise, Hadirkan Miniatur Eropa di Kebumen

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:14 WIB

Akun Twitter Siskaee Lenyap, Ada Apa?

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB

Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:21 WIB
X