APTI Minta Kejelasan Harga Tembakau, PT Djarum Belum Bisa Penuhi Harapan

- Sabtu, 4 September 2021 | 15:12 WIB
DATANGI PABRIK: Segenap anggota APTI mendatangi pabrik Djarum di Kranggan Temanggung guna meminta pabrik itu untuk menaikkan harga tembakau. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
DATANGI PABRIK: Segenap anggota APTI mendatangi pabrik Djarum di Kranggan Temanggung guna meminta pabrik itu untuk menaikkan harga tembakau. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

Sementara itu, Ketua APTI, Wirawan mengaku tidak puas dengan pernyataan pihak Djarum tersebut. Dia merasa musim tambakau tahun ini sangat tidak menguntungkan petani.

Baca Juga: Kapolri Distribusikan 10 Iso Tank, Antisipasi Kelangkaan Oksigen di Indonesia

"Kami meminta dengan sangat pada Djarum untuk lebih meningkatkan pembelian dan harga yang pantas. Harapan petani ada pada tembakau tahun ini, karena sudah 2 tahun petani menderita terdampak pademi, paling tidak lebih baik dari tahun lalu," ungkapnya.

Menurutnya, harga tembakau saat ini belum cukup pantas dengan apa yang petani korbankan. Saat ini harga tertinggi untuk grade D Rp 60.000.

Itupun, katanya, tidak semua tembakau terbaik dibeli dengan harga Rp 60.000, yakni paling hanya 10%nya saja. Dengan waktu yang sudah menuju pada akhir masa panen tembakau, pihaknya mohon kepada Djarum untuk lebih ditingkatkan.

"Kami meminta pihak Djarum untuk segera menaikkan harga dari harga saat ini, minimal garde D dengan nilai Rp 65.000. Terima kasih sekali apabila bisa mencapai Rp 70.000," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Kader Kesehatan di Sleman Disuntik Booster

Selasa, 30 November 2021 | 13:27 WIB

Hari Naas dan Hari Keberuntungan Selasa Kliwon

Selasa, 30 November 2021 | 10:37 WIB

Libur Akhir Tahun, Destinasi Wisata di Sleman Tetap Buka

Minggu, 28 November 2021 | 15:57 WIB

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB
X