40 Hari Wafatnya Mbah Mun, Ribuan Warga Tumpah-ruah di Pantura Sarang

- Sabtu, 14 September 2019 | 23:15 WIB
foto: suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa
foto: suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa

REMBANG, suaramerdeka.com - Ribuan orang dari berbagai kalangan, Sabtu (14/9) malam memadati Jalan Pantura Sarang. Mereka datang di komplek Ponpes Al-Anwar Sarang untuk hormat di momen 40 hari wafatnya KH Maimun Zubaer.

Kepadatan di Ponpes Al-Anwar dan Jalan Pantura Sarang, sudah mulai terasa pada sore hari. Kepadatan mencapai puncak saat acara dimulai, tepat pada pukul 19.00 WIB.

Tingginya antusiasme warga yang datang membuat lokasi acara tidak mencukupi. Ribuan orang yang tidak kebagian tempat akhirnya memadati Jalan Pantura di sekitar lokasi.

Tak ada kemacetan kendaraan. Sebab, Satlantas Rembang telah menerapkan kebijakan pengalihan arus, lewar jalur selatan. Hanya ratusan kendaraan tamu yang sengaja banyak diparkir di tepi Pantura.

Dalam acara doa dan tahlil 40 hari wafatnya, KH Maimun Zubaer, sejumlah pejabat nampak hadir. Mereka di antaranya Bupati Rembang, Abdul Hafidz, petinggi PPP, Suharso Manoarfa, serta Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin.

Bahkan Lukman menyampaikan sambutan atas nama pemerintah. Ia menyampaikan permohonan maaf jika seandainya kurang layak mengurus jenazah Mbah Mun ketika di tanah suci.

"Mbah Maimun wafat di negara orang, yang aturan (di sana) berbeda. Saya mohon maaf jika dalam pengurusan jenazah ada hal yang tidak pada tempatnya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Menag juga membacakan puisi karyanya tentang Mbah Mun berjudul "Rasanya Baru Kemarin".

Sementara itu sebelum pelaksaan tahlil juga dilakukan penyerahan secara simbolis buku tentang Mbah Maimun Zubaer karangan Pemred Suara Merdeka, Gunawan Permadi. Buku diserahkan kepada salah seorang putra Mbah Mun Taj Yasin.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X